Keseruan “Go Public, Fund Education” di SMKN 10 Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kampanye “Go Public, Fund Education” di SMKN 10 Makassar, 23 Juni 2026.

Kegiatan bertema “Pemenuhan Pendidikan Bermutu untuk Siswa di Indonesia” itu mendesak pemerintah meningkatkan alokasi dana publik untuk sektor pendidikan agar layanan pendidikan negeri tetap berkualitas, setara, dan gratis.

Dra. Hendriati Sabir, penanggung jawab sosialisasi PGRI Sulsel, mengatakan kampanye ini sejalan dengan Keputusan Kongres XXIII PGRI Tahun 2024 (Nomor: IV/Kongres/XXIII/PGRI/2024) yang menetapkan program mandatori PGRI masa bakti 2024–2029. “Gerakan ‘Go Public, Fund Education’ menegaskan bahwa pendidikan adalah hak asasi yang harus berkualitas, setara, dan gratis. Kami juga menolak privatisasi dan komersialisasi pendidikan yang berpotensi membebani orang tua,” kata Hendriati.

Hendriati menjelaskan tuntutan utama kampanye meliputi alokasi anggaran yang konsisten untuk operasional sekolah negeri, pemanfaatan dana publik untuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta pelatihan berkelanjutan. “Dana publik harus diprioritaskan untuk memperkuat layanan pendidikan negeri sehingga semua anak memperoleh akses tanpa hambatan biaya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kabar Gembira! Bupati Sidrap Siapkan Telur dan Beras Untuk Setiap Kontingen Porsenijar 2026

Kepala SMKN 10 Makassar, Dr. Andi Umar, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut Umar, jaminan pendanaan publik yang memadai penting untuk membangun dan memelihara infrastruktur belajar berkualitas serta mendorong investasi pada guru. “Alokasi dana publik yang memadai diperlukan untuk memperbaiki dan merawat sarana-prasarana pembelajaran serta menjamin kualitas proses pendidikan. Kami juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru melalui gaji yang adil, beban kerja yang wajar, dan pelatihan berkelanjutan,” kata Umar.

Selama kampanye di SMKN 10 Makassar, siswa terlibat aktif melalui beberapa kegiatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain diskusi kelas tentang hak atas pendidikan dan dampak privatisasi, pembuatan poster serta orasi siswa yang menuntut akses pendidikan merata, simulasi anggaran sekolah untuk menunjukkan kebutuhan dasar operasional, dan forum tanya jawab antara siswa, guru, dan perwakilan PGRI. Selain itu, siswa membuat dokumentasi video pendek tentang kondisi sarana-prasarana sekolah untuk bahan advokasi, sementara tim OSIS memimpin aksi kebersihan kampus sebagai simbol investasi pada lingkungan belajar.

BACA JUGA:  Target Juara Umum, PGRI Gowa Siapkan Reward "Uang Tunai" bagi Atlet Peraih Medali 

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi konsultasi singkat bagi guru tentang program pelatihan kompetensi dan peluang pendanaan publik, serta penandatanganan dukungan simbolis dari perwakilan siswa, guru, dan orang tua untuk inisiatif “Go Public, Fund Education”.