NusantaraInsight, Makassar — Kota Makassar, kembali mendapat kepercayaan sebagai panggung strategis agenda nasional, di kawasan Indonesia Timur.
Tahun 2026 ini, ibu kota Sulawesi Selatan, tersebut direncanakan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI), sebuah forum bergengsi yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan RI untuk memperkuat ekosistem musik nasional.
Kepastian tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).
Silaturahmi itu turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar, termasuk Tim Ahli Pemkot Hudli Huduri dan Kepala Dinas Kominfo M Roem.
Pertemuan itu sekaligus membahas kesiapan Makassar sebagai lokasi pelaksanaan KMI 2026, yang menjadi event spektakuler nantinya.
Dalam keterangannya,
Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan, bahwa penunjukan Makassar sebagai tuan rumah KMI 2026 sudah tepat.
Alasannya, merupakan hasil evaluasi atas keberhasilan penyelenggaraan konferensi serupa pada tahun sebelumnya, sekaligus melihat kesiapan serta komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memajukan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif.
“Kami hadir di Kota Makassar, karena setelah suksesnya Konferensi Musik Indonesia 2025, tahun ini KMI 2026 direncanakan digelar di Kota Makassar,” jelasnya, kepada awak media di Media center Balai Kota.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham yang dinilai konsisten menghadirkan berbagai event berdampak ekonomi.
Dari pertemuan dengan komunitas event organizer di Makassar, ia melihat bagaimana kebijakan pemerintah kota sangat mendukung penyelenggaraan event.
Lanjut dia, ini penting karena event memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Kami melihat komitmen kuat dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota beserta seluruh jajaran dalam mendorong pemajuan kebudayaan, khususnya di sektor event dan musik,” sambung Giring.
Lebih lanjut, Giring menjelaskan, Konferensi Musik Indonesia bukan sekadar ajang seremonial, melainkan forum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan penguatan sektor musik di Tanah Air.
Fokus meliputi pengembangan ekosistem musik, perlindungan hak cipta, hingga penguatan ekonomi budaya sebagai bagian dari industri kreatif nasional.
Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa Kota Makassar, semakin diperhitungkan sebagai pusat kegiatan nasional, khususnya dalam sektor kebudayaan dan industri kreatif.













