Kota Makassar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026

“Kami ingin memberikan ruang bagi musisi Makassar untuk tampil dan berjejaring. Harapannya, mereka bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk berkembang di industri musik nasional bahkan global,” tambah Giring.

Meskipun belum ditetapkan lokasi hajatan event musik tersebut. Dalam kunjungannya, Giring juga menyampaikan rencana pemanfaatan Benteng Rotterdam sebagai salah satu lokasi strategis, khususnya untuk kegiatan showcasing.

Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan sebagai cultural and creative hub oleh Kementerian Kebudayaan.

Lebih lanjut, ia menyebut Makassar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai “Makassar Music City”, sekaligus menjadi percontohan kota berbasis event di Indonesia.

“Kami ingin Makassar menjadi standar bagi kota event di Indonesia. Potensi ekosistemnya sangat kuat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Giring menilai Kota Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia Timur yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru industri musik nasional.

“Kami percaya Makassar bisa menjadi hub bagi musisi dari Indonesia Timur. Jika dibina dan dikawal dengan baik, ini bisa melahirkan gelombang baru musik Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

BACA JUGA:  DPRD Adakan Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Bantaeng, PJ Gubernur Sulsel akan Bantu 100 Persen

Menurutnya, perkembangan era digital saat ini telah membuka peluang besar bagi musisi daerah untuk dikenal luas tanpa harus berpusat di Jakarta.

Platform seperti YouTube dan layanan streaming digital memungkinkan karya-karya lokal menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami ingin menghadirkan venue yang layak dan representatif agar event-event besar bisa digelar secara optimal di Kota Makassar,” tukasnya.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kota Makassar, menyambut positif rencana pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang akan digelar di Kota Makassar.

Agenda berskala nasional yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen penuh pemerintah kota dalam mendukung penyelenggaraan KMI 2026.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Makassar merupakan peluang besar untuk memperkuat posisi kota ini sebagai pusat kegiatan kreatif di Indonesia, khususnya di kawasan timur.

“Tentu kita menyambut dengan sangat baik dan positif kepercayaan yang diberikan, khususnya dari Wakil Menteri Kebudayaan, kepada Makassar untuk menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia,” ujarnya.