Dengan pengalaman menggelar berbagai event berskala besar, Makassar dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, jejaring komunitas, serta ekosistem kreatif yang terus berkembang.
Rencana pelaksanaan KMI 2026 di Makassar pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi strategis, tetapi juga mampu menggerakkan geliat industri musik lokal, membuka ruang kolaborasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi budaya global.
“KMI 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 30 Oktober 2026,” jelasnya.
Selanjutnya akan dirangkaikan dengan penyelenggaraan event musik “Rock in Celebes”. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam mempertemukan seluruh pelaku industri musik, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, konferensi musik 2026 ini, akan menghadirkan berbagai elemen penting dalam ekosistem musik nasional, mulai dari label, publisher, platform digital streaming, manajemen artis, event organizer, promotor, hingga booking agent internasional.
“Seluruh ekosistem musik akan hadir, sebagian besar dari Jakarta dan juga dari luar negeri,” tuturnya.
“Ini menjadi peluang besar bagi Makassar untuk menunjukkan potensinya sebagai kota kreatif dan pusat pertumbuhan industri musik di kawasan timur Indonesia,” lanjut Giring.
Selain forum diskusi dan kolaborasi, KMI 2026 juga akan menghadirkan program Showcasing bagi musisi lokal Makassar.
Program ini bertujuan membuka akses jejaring yang lebih luas bagi para musisi daerah agar dapat terhubung dengan label, publisher, maupun manajemen artis dan agen internasional.
Pihaknya, ingin memberikan ruang bagi musisi Makassar untuk tampil dan berjejaring.
“Harapannya, mereka bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk berkembang di industri musik nasional bahkan global,” terangnya.
Menurutnya, kebijakan penyelenggaraan event secara rutin memberikan dampak ekonomi yang signifikan serta membuka ruang bagi para pelaku industri kreatif, termasuk komunitas backstager dan musisi jalanan.
Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana bagi musisi jalanan berupa alat musik dan perangkat pendukung, yang merupakan program hasil arahan Presiden RI.
KMI 2026 juga direncanakan akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga strategis yang memiliki peran dalam pengembangan industri musik nasional, sehingga menghasilkan rumusan kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Dikatakan, program ini bertujuan membuka akses jejaring yang lebih luas bagi para musisi daerah agar dapat terhubung dengan label, publisher, maupun manajemen artis dan agen internasional.













