Kota Makassar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026

“Seluruh ekosistem musik akan hadir, sebagian besar dari Jakarta dan juga dari luar negeri,” tuturnya.

“Ini menjadi peluang besar bagi Makassar untuk menunjukkan potensinya sebagai kota kreatif dan pusat pertumbuhan industri musik di kawasan timur Indonesia,” lanjut Giring.

Selain forum diskusi dan kolaborasi, KMI 2026 juga akan menghadirkan program Showcasing bagi musisi lokal Makassar.

Program ini bertujuan membuka akses jejaring yang lebih luas bagi para musisi daerah agar dapat terhubung dengan label, publisher, maupun manajemen artis dan agen internasional.

Pihaknya, ingin memberikan ruang bagi musisi Makassar untuk tampil dan berjejaring.

“Harapannya, mereka bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk berkembang di industri musik nasional bahkan global,” terangnya.

Menurutnya, kebijakan penyelenggaraan event secara rutin memberikan dampak ekonomi yang signifikan serta membuka ruang bagi para pelaku industri kreatif, termasuk komunitas backstager dan musisi jalanan.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana bagi musisi jalanan berupa alat musik dan perangkat pendukung, yang merupakan program hasil arahan Presiden RI.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Salurkan 97 Mushaf Al Quran di Tiga Titik

KMI 2026 juga direncanakan akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga strategis yang memiliki peran dalam pengembangan industri musik nasional, sehingga menghasilkan rumusan kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Dikatakan, program ini bertujuan membuka akses jejaring yang lebih luas bagi para musisi daerah agar dapat terhubung dengan label, publisher, maupun manajemen artis dan agen internasional.

“Kami ingin memberikan ruang bagi musisi Makassar untuk tampil dan berjejaring. Harapannya, mereka bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk berkembang di industri musik nasional bahkan global,” tambah Giring.

Meskipun belum ditetapkan lokasi hajatan event musik tersebut. Dalam kunjungannya, Giring juga menyampaikan rencana pemanfaatan Benteng Rotterdam sebagai salah satu lokasi strategis, khususnya untuk kegiatan showcasing.

Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan sebagai cultural and creative hub oleh Kementerian Kebudayaan.

Lebih lanjut, ia menyebut Makassar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai “Makassar Music City”, sekaligus menjadi percontohan kota berbasis event di Indonesia.

“Kami ingin Makassar menjadi standar bagi kota event di Indonesia. Potensi ekosistemnya sangat kuat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bulan Sabit Merah Palestina: 15.103 Anak Terbunuh di Jalur Gaza

Lebih lanjut, Giring menilai Kota Makassar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia Timur yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru industri musik nasional.

“Kami percaya Makassar bisa menjadi hub bagi musisi dari Indonesia Timur. Jika dibina dan dikawal dengan baik, ini bisa melahirkan gelombang baru musik Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan era digital saat ini telah membuka peluang besar bagi musisi daerah untuk dikenal luas tanpa harus berpusat di Jakarta.

Platform seperti YouTube dan layanan streaming digital memungkinkan karya-karya lokal menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kami ingin menghadirkan venue yang layak dan representatif agar event-event besar bisa digelar secara optimal di Kota Makassar,” tukasnya.

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kota Makassar, menyambut positif rencana pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang akan digelar di Kota Makassar.

Agenda berskala nasional yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.