Kupinang Kau dengan Larik Puisi Ilahi Buat: Nur Fajri Fauziah & Muhammad Ihsan Karya: Rusdin Tompo dengan nama Allah kuambil larik-larik indah puisi ini dari tulang rusuk Adam untuk jadi…
Puisi
MAKASSAR KOTAKU
MAKASSAR KOTAKU Karya: Rusdin Tompo Makassar kotaku Butta kalassukangku Tempat aku ditoeng Sembari ibu berdendang kelong-kelong palloserang Tempat ayah menerakan pappasang Di lubuk sanubari hingga kelak matang Biar aku tumbuh…
Berdosa pada Imajinasi
Berdosa pada Imajinasi Srigusty Malam itu kadang bawa candu Dilengkapi cawan tempat meramu Terpejamlah pelupuk agar bisa kujemput ingatan yang sedari pagi lalu berkumpul diatapi malam yang tampak merayu Banyak…
BISIKAN BISU
BISIKAN BISU Hendri Tamrin Lakkase’ Gerah daku melangkah lunglai, Tabur sepi merunduk mimpi, Angan tak akan sampai, Asa dan harap gugur berurai Bianglala melirik sekelebat, Harapkan temaram lekas tenggelam, Rona…
SEMESTA ADA DALAM DIRIMU
Karya: Rusdin Tompo kau bisa saja melipat kisah dengan rapi kisah tentang jalan-jalan yang bahannya dari kenangan yang lampu-lampunya dari kesenangan kisah tentang catatan-catatan yang terlupakan yang tak terkatakan katamu,…
KETIKA DEWI KEADILAN KELIRU: Vina Dewi Arsita
Karya: Rusdin Tompo Delapan purnama kisahmu gelap Sebelum layar bioskop disingkap Alur ceritanya di Cirebon bagai dingin mengendap Namun terasa ada yang tak sedap Begitu kesaksian terdengar gagap Kesangsian menggedor-gedor…
Aku Ingin Seperti Hangat Kopi
Karya: Rusdin Tompo Kopi tak hirau Apakah ia diminum atau dinikmati Apakah ia direguk atau diteguk Semua debat kusir itu sudah teraduk jadi aroma Terekam kental pekat dalam hitamnya Hingga…
LELAKI DENGAN WAJAH PELANGI : Jenry Pasassan
Karya: Rusdin Tompo wajah dengan lukisan serupa pelangi kutemui suatu senja seusai ia menangkar langit biru jadi kolam impian terasa betul ia tekun memetik cahaya yang jatuh ia pindahkan ke…
GELAS TANPA KOPI: Maysir Yulanwar
Karya: Rusdin Tompo gelas di meja dingin sendiri tak ada kopi hangat dituang hanya ada bayangnya dan sendok yang masih menelungkup rapi tak ada lelaki yang biasa hadir mengakrabi padahal…
Seorang Jejaka yang Dicemburui Sungai: Emmeril Kahn Mumtadz
Karya: Rusdin Tompo di sungai Jeneberang pikiranku sungsang mendengar seorang ibu mengabarkan kepulangan ia tak lagi punya pilihan selain kehilangan diksi paling ganjil yang tetiba mengalir dalam keheningan dari Aare…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
