Oleh: Syahril Patakaki Perahu pinisi layar putih dengan corak hijau kembang berlambang segi lima kuncup teratai berlayar arungi laut hirup nafas semangat pelaut-pelaut bugis makassar yang ulung Sementara di tiang…
Puisi
KOPI TANAH AIR
Oleh: Rusdin Tompo Di warung kopi Aku menikmati hangatnya tanah airku Harum aroma udara dari perkebunan kopi di ketinggian Melayarkan pandanganku menjelajahi nusantara Dari gayo sampai wamena Kurasakan suburnya kesabaran…
ULANG TAHUN
Karya: Rusdin Tompo Kau memberiku ucapan Aku membalasnya dengan kecupan Kau mengulurkan tangan Aku melingkarkan kehangatan Kau menghadiahkan bingkisan Aku menghadirkan kehidupan. Gowa, 3 Agustus 2024
Amorfati yang Amerta
Karya: Nur Hayati Dalam prosa Yang kutulis Selalu tersimpan aksara Yang mempunyai arti Begitu mendalam Tentang Atma dan amorfati Kita adalah dua Atma Yang terpisah Yang mencoba untuk sabar Menanti…
TANGISAN GERIMIS
TANGISAN GERIMIS Rintik gerimis buyarkan kata, Tertunduk pilu syair pujangga, Ini sekedar rasa, Kita akan ber sayonara. Gemericik basahi jiwa, Merusak angan semesta, Palingkan wajah enggan menyapa, Esok kita ber…
NOTHING
NOTHING Hendri Tamrin Lakkase’ Luas negeriku tidak terlampau, Betapa subur tanah yang kaya, Indah dan subur sawah menghijau, Bukan punya saya. Bumiku indah tanahnya subur, Anugerah Tuhan Maha Kuasa, Ternak…
KOTA TANPA PUISI
Karya: Rusdin Tompo bisakah kau bayangkan kota tanpa penyair tiada yang menata taman-taman kata tiada yang mengolahnya agar berjiwa diksi-diksi liar tumbuh membelukar larik-larik saling tarik bagai gedung berimpit berdesak…
TENA SILARIANG (Pantang Menyerah): KPJ
TENA SILARIANG (Pantang Menyerah): KPJ Karya: Rusdin Tompo Parau nada memanggil kita ke jalan Senasib lama kita bergulat jumpalitan Terbiasa kita menyanyikan lagu-lagu sendu dengan urat meregang Namun tetap merdu…
Takkan Ku Minta Hatimu Lagi
Takkan Ku Minta Hatimu Lagi (Nhaya Ginaya) Mendengar namamu bagai memikul beban Aku bisa jadi siapapun yang kuingin walau tanpamu Cintaku yang terlalu besar Dalam bijak menerima kerasmu yang selalu…
Kepada Puan di Rumah Kayu
Kepada Puan di Rumah Kayu Karya: Irmawati Daeng So’na Juni berlalu Di rumah kayu Juni mengadu Penuh rayu Juni membisu Penuh keluh Juni menyeru Di rumah kayu Tak ‘kan luluh…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

br
br