ADPERTISI Agendakan PKM Nasional 2026 di Gowa

NusantaraInsight, Makassar — Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (ADPERTISI) kembali menjadwalkan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional pada pertengahan tahun 2026.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung di sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa, sekitar Juni hingga Juli 2026.

Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari suksesnya pelaksanaan PKM Nasional sebelumnya yang digelar pada Desember 2025 di Kabupaten Pangkep dan diikuti ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) ADPERTISI, Dr. H. Buyung Romadhoni, SE, M.Si, mengatakan bahwa PKM Nasional merupakan program rutin organisasi yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini menjadi kebutuhan pokok dosen dalam menjalankan profesinya, sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbatas pengurus ADPERTISI yang digelar di Harmony Cafe, Kamis (16/4/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris MPP ADPERTISI, Ibrahim Pratama, SE, M.Si, Ak, CA, Direktur Eksekutif Bidang Kerja Sama dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H. Yusriadi Hala, Humas ADPERTISI, Dr. Muhammad Yahya, M.Si, serta anggota Arnida Idrus, SE., MM.

BACA JUGA:  Perdana, Majalah Suara PGRI Didistribusikan

Selain membahas agenda PKM Nasional, pengurus juga merencanakan pelaksanaan rapat pleno yang dirangkaikan dengan rapat kerja organisasi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026 sebagai momentum evaluasi program kerja selama satu tahun terakhir.

Dalam rapat pleno nanti, ADPERTISI juga akan mengevaluasi pengelolaan jurnal ilmiah yang berada di bawah naungannya.

Salah satu jurnal yang dikelola diketahui telah meraih status akreditasi SINTA dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tak hanya itu, evaluasi terhadap kinerja pengurus juga menjadi perhatian utama.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga dinamika organisasi serta memperkuat peran ADPERTISI dalam mendukung kebutuhan administratif dan profesional dosen di Indonesia.

“Evaluasi ini penting agar organisasi tetap adaptif dan mampu menghadirkan program-program yang relevan bagi dosen,” tambah Dr. H. Buyung Romadhoni, SE, M.Si.***