Karya: Rusdin Tompo Aku merentangkan sajadah Sebagai musafir di antara jamaah Merasakan lantaimu meruangkan hatiku bungah Dengan hawa yang terbawa dari segar udara rumah Mengirim salam takzim dalam bahasa alam…
Puisi
LANGKAH KECILKU
Karya: Muh. Ibnu Zulyasin (Siswa SDIT Al-Bayyinah) Enam tahun silam kuayunkan langkah kecilku Memasuki gerbang titian harapan Enam tahun silam tiada terasa berlalu Menyimpan kenangan indah tak terlupakan Berbagai cerita…
ANGIN LALU
ANGIN LALU Hendri Tamrin Lakkase’ Sengkang, Februari 2025 Rona dan riak silih berganti, Kadang muram berteman kelam, Satu dawarsa sudah rajutkan rindu, Tapi kini kau kata bagai angin lalu, Minda…
Silent
Silent Puisi Muliaty Mastura Lebih sebulan Suaramu masih nyaring Tetap renyah dan garing Belum redam meski mawar merah memberi semesta tanda Ada yg bilang sudalah Tunggu polisi bekerja Bekerja Bekerja…
IBUNDA MATI MUDA
IBUNDA MATI MUDA Puisi: Pulo Lasman Simanjuntak i/ kutulis kembali sebuah puisi untukmu ibunda tercinta yang mati muda kanker peranakan rajin beranak masa kanak-kanak mengeras rumah sewa beranak-pianak ii/ kutulis…
IBU
IBU Oleh: Muliaty Mastura Yusuf Sederetan musibah datang silih berganti Desember kelabu mengulum ombak meresahkan hati Menyesakkan dada Dalam hiruk pikuk dunia yang tak abadi Dalam kesibukan dan serakah duniawi…
Aku Panggil Dikau Ustadz
Aku Panggil Dikau Ustadz _Teruntuk Sahabatku RAHMAN RUMADAY_ Karya : Arwan D Awing Aku Panggil Dikau Ustadz Karena Kau Layak Disebut Ustadz Tuturmu Membekas Fikirmu Luas Bernas Walaupun laku dan…
KORUPSI DI BUMI MAYA
Karya: Pulo Lasman Simanjuntak korupsi merajarela di bumi maya tetapi aku melihat di dunia nyata : Indonesia raya ! meratap di tembok penjara membongkar kepelesiran dengan busana kematian dari benua…
Bait-bait Puisi untuk Para Penjaga Mimpi (Guru-guru Hebat)
NusantaraInsight, Takalar — Guru adalah sosok yang tak pernah dan tak bisa tergantikan. Dia akan selalu hadir dan hidup dalam hati, sekalipun mereka tak lagi bersama, mengajar, dan mendidik kita….
Dari Aku yang Hampir Menyerah
Dari Aku yang Hampir Menyerah Karya: Nur Hayati Ada apa denganmu? Langkahmu setiap hari semakin pelan Ayunan tanganmu semakin melemah Seyuman yang dulu begitu indah sekarang hampir tak pernah terlihat…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
