Sulsel, Antara Target & Tuan Rumah PON

Oleh M.Dahlan Abubakar
Wartawan Senior

NusantaraInsight, Makassar — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal meneken masterplan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 dengan persiapan anggaran Rp 3,3 triliun. Dari dana itu, kata Ketua KONI NTB Mori Hanafi sebagaimana dilansir Nusramedia.com, Rp 2 triliun untuk penyiapan ‘venues’. Termasuk revitalisasi Gedung Olahraga (GOR) 17 Desember, Turida, Kota Mataram, renovasi, maupun penyewaan.

PON XXII mempertandingkan 47 cabang olahraga, namun NTB minta ada tambahan cabang olahraga padel. Yang cukup menghentak, NTB ketika menjadi tuan rumah membidik target masuk lima besar. Saya jadi ingat Sulawesi Selatan dengan enteng membidik peringkat yang sama pada PON XXI Aceh dan Sumatra Utara pada tahun 2023.

Saat berita ini saya bagikan di grup Whatsapp Pengprov Cabor Sulsel, suasananya jadi ramai.

“Jgn sembarang bidik seperti yg lalu he he hrs punya data yg akurat sebagai dasar perhitungan ranking,” Nukhrawi Nawir menyahut.

“ Kapan SULSEL bisa menjadi tuan rumah PON???????????,” Pak Kadir Halid menawarkan isu lain, meskipun masih dalam tataran olahraga.

BACA JUGA:  Pangdam XIV Hasanuddin Beri Bantuan Genset dan Tinjau Ketahanan Pangan di Kodim 1430/Konut

“Sulsel sgt potensial bs menjadi tuan rumah yg penting ada keinginan dr pemprov. Masa NTB NTT bisa jd tuan rumah PON smtr kalau kt bandingkan dr segala sisi keunggulan daerah, sulsel jauh d atas. Sulsel cm berada dibawa prov yg ada d jawa. Jd kembali lg kepada keinginan dr pemprov kt.. Demikian pandangan sy p. Dewan,” ungkap Pak Sudirman, seorang pembina olahraga.

“Harus cabor dan KONI sulsel membahas ini bersama dgn dispora, kemudian sama2 melaporkan sama Gubernur SS,” imbuh Kadir Halid.

“ Tuan rumah sulsel- sulteng. Apalagi nanti sdh jadi 2 stadion , sudiang dan untia, apalagi kalau dibereskan barombong,” Bonay Syam dari Cabang Kempo menimpali.

“Pada PON nanti DI NTT-NTB jadikan momentum untuk SULSEL menjadi tuan rumah pada PON berikutnya,” Kadir Halid balik berkomentar.

Lupakan!

Saya tergelitik dengan komentar-komentar itu dan mencoba memberi catatan tentang dua isu yang disuarakan teman-teman pengurus cabor ini, tuan rumah dan membidik target.

Soal menjadi tuan rumah, Sulsel memang sudah layak. Sulsel pernah menjadi tuan rumah PON IV tahun 1957. Jadi sudah 68 tahun silam. Lalu berkaitan dengan tuan rumah PON. sekembali dari menghadiri pembukaan PON XX Papua 2021, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberi keterangan pers, Sulawesi Selatan berhajat menjadi tuan rumah PON XXI atau XXII.

BACA JUGA:  Komandan Lanal Palu, Lepas Perwakilan Saka Bahari Lanal Palu di Event Saka Bahari Nasional

Hajat ini kemudian ‘tercium’ oleh Sulawesi Tengah yang memantik Gubernurnya terbang ke Makassar, bertemu dengan Gubernur Sulsel. Menindaklanjuti pertemuan dua gubernur tersebut, melalui Kadispora — karena dana hibah harus melalui pintu instansinya — mengontak KONI Sulsel agar membuat proposal pengajuan menjadi tuan rumah.

KONI Sulsel yang saat itu dinakhodai oleh Ellong Chandra dan saya menjadi Plt Sekretaris Umum, menugaskan salah seoang wakil ketua bidang mempersiapkan proposal tersebut merujuk pada persyaratan yang ditetapkan KONI Pusat terhadap setiap daerah yang hendak meminang menjadi tuan rumah PON.

Teman Pengurus tersebut menuntaskan proposal itu segera. Apalagi ketika Gubernur Sulsel sebelumnya, KONI Sulsel juga pernah membuat proposal serupa untuk membidik tuan rumah PON XX yang kemudian digaet dan diberikan kepada Papua karena alasan politis.

Suatu hari, teman pengurus itu bersama Kadispora membawa proposal tersebut kepada ‘beliau’. Namun teman pengurus KONI Sulsel tak ikut bertemu ‘beliau’ dan menunggu di ruang lain.

“Kita lupakan mi jadi tuan rumah,” kata Kadispora saat keluar dari ruangan beliau, seperti dikisahkan oleh teman pengurus itu.