Pengalaman PON XX Papua provinsi tuan rumah selalu ngotot ingin berada pada urutan satu digit ketika menjadi tuan rumah. Kita lihat saja, Aceh yang di Papua berada di urutan ke-12 dengan 11 emas,7 perak, dan 11 perunggu di bawah Sulsel dan Sumut berada di peringkat ke-13 dengan 10 emas, 22 perak, dan 23 perunggu, saat menjadi tuan rumah? Sumut (dari peringkat ke-13 di Papua) melejit ke peringkat ke-4 saat menjadi tuan rumah dengan 79 emas, 59 perak, 116 perunggu. Lalu Aceh dari peringkat ke-12 meroket ke peringkat ke-6 dengan 65 emas, 48 perak, dan 79 perunggu saat menjadi tuan rumah?
Melihat grafik ini, di mana posisi Sulsel dengan ketiadaan stadion dan fasilitas olahraga yang kurang memadai dengan anggaran yang kembang kempis? Sementara nakhoda KONI Sulsel sudah sibuk dengan “gawean” barunya sebagai legislator. Kantor KONI Sulsel juga kian sepi? Kini, — kabarnya — pengurus hanya ‘ngantor’ kalau ada rapat.
Beberapa kali saya melintas di depannya, kantor tampak sepi pada siang hari. Apalagi pada malam hari. Memang serba salah juga, bagaimana aktivitas organisasi bisa jalan kalau komponen penunjang mobilitasnya tidak ada. Pada periode sebelumnya, lampu kantor tetap menyala hingga menjelang tengah malam. Itu tanda ada kegiatan. (*).












