Selanjutnya, belum tersedianya bahan pelatihan, panduan praktis, dan contoh perangkat ajar berbasis hasil riset yang dapat digunakan bersama oleh anggota MGMP menjadi masalah yang signifikan. Tanpa adanya sumber daya yang memadai, guru akan kesulitan untuk menemukan cara yang efektif untuk mengajarkan sikap bahasa dan kesantunan berbahasa. Misalnya, jika ada panduan praktis yang menunjukkan bagaimana menyusun rencana pelajaran yang mengintegrasikan kedua aspek ini, maka guru akan lebih mudah untuk menerapkannya di kelas. Oleh karena itu, penting bagi pihak terkait untuk mengembangkan dan menyediakan bahan-bahan yang dapat diakses oleh semua anggota MGMP, sehingga mereka dapat saling berbagi dan belajar dari satu sama lain. (mda).
Unhas Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Selayar
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Peluncuran soft launching akan dilanjutkan dengan sosialisasi dan kegiatan literasi internal, serta perencanaan penerbitan seri lanjutan yang melibatkan lebih banyak penulis dari lingkungan Pramuka Unhas. Berita Terkait Unhas Laksanakan Pengabdian…

Gowa, NusantaraInsight — English Camp 2026 bertema “Vocational English in Action: Dare to Speak, Ready to Work” yang diselenggarakan MGMP Bahasa Inggris SMK se-Kabupaten Gowa bekerja sama dengan Program Studi…

NusantaraInsight, Makassar, – Dinas Pendidikan Kota Makassar menggelar kegiatan Market Sounding Pengadaan Kain Seragam Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Anggaran 2026 secara daring melalui Zoom Meeting,…

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Luwu Timur akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya perangkat daerah terkait, kepala sekolah, operator sekolah, Dewan Pendidikan, hingga sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Raoda…

Kerja sama tersebut dilakukan agar pelaksanaan jalan sehat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan. Usai kegiatan jalan sehat, panitia akan mengumumkan para pemenang hadiah utama dan…








