“JELAJAH: Bunga Origami Jadi Jembatan Literasi bagi Siswa SDN 41 Malewang”

Takalar, NusantaraInsight — JELAJAH (Jembatan Literasi dan Aksi) — Program kerja individu Fauziah Nur Aini dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berhasil menghadirkan pendekatan literasi kreatif di SDN 41 Malewang, Kabupaten Takalar, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang menyasar siswa kelas V itu mengombinasikan membaca petunjuk berbentuk buku panduan dengan praktik pembuatan bunga dari kertas origami.

Kegiatan dimulai dengan koordinasi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah untuk menyiapkan materi dan peralatan, seperti kertas origami, gunting, lem, serta lembar panduan bergambar.

br

Fauziah membuka sesi dengan salam, perkenalan, dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada buku panduan dan membaca instruksi langkah demi langkah sebelum mempraktikkannya.

“Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca sekaligus menghubungkan keterampilan membaca dengan praktik kreatif,” ujar Fauziah saat memandu kegiatan. Dengan bimbingan langsung, siswa membaca instruksi pembuatan origami, lalu mempraktikkan setiap tahapan hingga menghasilkan bunga kertas.

Antusiasme terlihat sepanjang sesi praktik. Fauziah berkeliling memberikan pendampingan kepada siswa yang kesulitan melipat kertas atau memahami instruksi. Setelah menyelesaikan bentuk dasar, siswa diberi kesempatan menghias bunga origami sesuai kreativitas masing-masing. Beberapa siswa kemudian diminta memperlihatkan karya mereka dan menceritakan pengalaman mengikuti kegiatan tersebut.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN-T 114 Unhas Desa Tukamasea Maros Dorong Inovasi untuk Ketangguhan dan Kemandirian Desa

Menurut guru kelas V SDN 41 Malewang, kegiatan semacam ini efektif meningkatkan keterlibatan siswa.

“Metode ini melatih keterampilan motorik halus, konsentrasi, dan kemampuan mengikuti instruksi tertulis, sekaligus memupuk rasa percaya diri,” kata guru yang enggan disebutkan namanya.

Latar belakang program ini muncul dari kebutuhan meningkatkan budaya literasi di tingkat sekolah dasar dengan pendekatan interaktif. Literasi dipahami tidak hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan menerapkannya dalam praktik sehari-hari. Penggunaan origami sebagai media pembelajaran dinilai tepat karena mengaitkan teks instruksional dengan aktivitas nyata yang menyenangkan.

Kegiatan diakhiri dengan pesan penting mengenai peran membaca sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi, serta dokumentasi berupa foto bersama dan hasil karya siswa untuk laporan KKN.

Secara keseluruhan, JELAJAH dinilai berhasil memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan edukatif, meningkatkan partisipasi siswa, serta mengembangkan kreativitas dan ketelitian.

brbr
brbr
br