Menurut Melinda, siswa tingkat SMP sudah mampu diajarkan memilah, menimbang, hingga mencatat hasil pengelolaan sampah mereka sendiri dengan pendampingan guru di sekolah.
“Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah setiap hari, kemudian dikelola bersama melalui bank sampah sekolah. Nantinya mereka belajar menimbang, memilah, hingga mengelola hasilnya. Itu menjadi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pengelolaan bank sampah juga dapat dimusyawarahkan bersama siswa, apakah dikonversi menjadi barang bermanfaat atau dikelola menjadi dana kegiatan tertentu bagi siswa.
Melinda berharap praktik-praktik baik mengenai pengelolaan sampah dapat terus berlanjut dan diwariskan kepada adik-adik kelas berikutnya sehingga budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di sekolah-sekolah Kota Makassar.
Pada kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar turut menghadirkan narasumber Marini Ambo Wellang yang memberikan materi kepada siswa dan guru mengenai perbedaan jenis sampah, klasifikasi sampah, cara pengelolaan sampah yang benar, hingga langkah sederhana yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, kepala sekolah SMP 2 dan SMP 7, beserta jajaran guru.
Melalui kegiatan Goes to School ini, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat semakin meningkat, sekaligus menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.













