Menurutnya, saat ini tersedia banyak tenaga muda lulusan sarjana pendidikan maupun magister yang memiliki potensi untuk dilibatkan dalam pengembangan lembaga pendidikan PGRI.
Kehadiran tenaga pendidik muda diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru, inovasi pembelajaran, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Minta Database dan Status Hukum Sekolah PGRI Diperbarui
Selain pembenahan manajemen sekolah, Hasnawi meminta pengurus YPLP PGRI Sulawesi Selatan segera menyiapkan database terbaru seluruh satuan pendidikan yang berada dalam wilayah pengelolaannya.
Data tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil lembaga pendidikan PGRI yang masih beroperasi, termasuk kebutuhan pengembangan dan berbagai persoalan yang dihadapi.
Hasnawi juga secara khusus meminta pendataan status hukum sekolah-sekolah yang dikelola YPLP PGRI.
Menurutnya, kejelasan status hukum dan kelembagaan merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang tertib dan berkelanjutan.
Dengan tersedianya data yang akurat, pengurus YPLP PGRI dapat menyusun program pembinaan dan pengembangan sekolah berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Ketua YPLP PGRI Sulsel Dorong Pembenahan Tata Kelola
Sementara itu, Ketua YPLP PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, H. Juhrah, S.Sos., M.Si., mengatakan konsolidasi merupakan momen penting memperkuat organisasi sekaligus membenahi tata kelola lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI.
Menurut Juhrah, YPLP PGRI memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, profesional, dan berkelanjutan.
Keberadaan YPLP PGRI tidak boleh hanya dipahami sebagai lembaga yang menaungi satuan pendidikan secara administratif.
YPLP PGRI harus jadi kekuatan kelembagaan yang mampu mendorong kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, serta memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik kepada masyarakat.
Juhrah menjelaskan, terdapat empat agenda penting yang perlu menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut.
Keempatnya meliputi penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi, pembenahan tata kelola lembaga pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing sekolah, serta penguatan kerja sama dan solidaritas organisasi.
Ia berharap hubungan antara pengurus YPLP PGRI tingkat provinsi dengan perwakilan kabupaten dan kota dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Pengelolaan administrasi, keuangan, aset, sumber daya manusia, dan pelaksanaan program pendidikan juga harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Juhrah meminta para pengurus YPLP PGRI di daerah melakukan evaluasi terhadap kondisi satuan pendidikan yang dikelola setelah mengikuti konsolidasi.
Evaluasi tersebut mencakup kelembagaan, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan, kondisi sarana dan prasarana, aset, serta tantangan pengembangan sekolah.
Ia berharap kegiatan konsolidasi menghasilkan kesepahaman dan program kerja yang nyata, bukan sekadar pertemuan formal organisasi.
Melalui konsolidasi tersebut, pengurus YPLP PGRI Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat kelembagaan sekaligus menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sekolah-sekolah PGRI.
Turut hadir para pengurus YPLP PGRI Sulsel di antaranya; Wakil Ketua : Drs H Labara, M.Si; Sekretaris : Dra.St. Salmiah Ali. M.Pd. Anggota; Drs. Suriadi, M.Pd; Sunardi, S.Pd; Hamdana, S.Pd, M.Pd. *
ยท












