Kontingen Porsenijar PGRI “Butta Turatea” Siap Tempur, ini Cabor Unggulannya

Butta Turatea
Sekretaris PGRI Jeneponto, Sirajuddin, S.Pd, M.Pd

NusantaraInsight, Jeneponto — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto menyatakan kesiapan tempur untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga, Seni dan Kreativitas Guru/Pendidik (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kontingen “Butta Turatea” ini menargetkan hasil maksimal dan bertekad membawa pulang medali emas, terutama pada cabang olahraga unggulan volly yang pernah mencatatkan sejarah manis bagi daerah tersebut.

Sekretaris PGRI Jeneponto, Sirajuddin, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa saat ini para atlet, seniman, hingga peserta inovasi pembelajaran tengah menjalani pemusatan latihan secara intensif.

“Seluruh peserta yang akan berlaga merupakan hasil seleksi ketat. Kami mematangkan persiapan melalui program latihan intensif yang terjadwal dan terarah guna membangun kesiapan mental serta fisik para peserta,” ujar Sirajuddin kepada media, Sabtu (9/5/2026).

Misi Mengulang Sejarah Emas Barru

Ambisi besar kontingen Jeneponto kali ini adalah merebut kembali supremasi di cabang bola voli. Sirajuddin menyebutkan pihaknya sangat optimistis tim voli putri mampu kembali naik ke podium tertinggi.

BACA JUGA:  PGRI Gowa Ikut Konsolidasi GTK: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Tingkatkan Kompetensi Guru Adaptif

“Potensi cabang yang kami harapkan mendapat medali adalah voli putri. Kami ingin mengulang sejarah di Porseni Barru 2019 dulu, saat itu Alhamdulillah kita berhasil meraih medali emas,” ungkapnya.

Selain voli, sejumlah cabang olahraga dan seni juga menjadi tumpuan harapan untuk mendulang medali, di antaranya:

Olahraga: Bulutangkis, Tenis Meja, Sepak Takraw, dan Atletik.
Seni: Vokal dan Tari Tradisional.
Akademik: Lomba Inovasi Pembelajaran Digital.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Sirajuddin menambahkan bahwa keseriusan PGRI Jeneponto dalam menghadapi Porsenijar Sidrap ini dibuktikan dengan pendampingan pelatih berpengalaman serta dukungan penuh dari jajaran pengurus PGRI dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Menurutnya, sinergi antara sekolah, pelatih, hingga peran orang tua siswa menjadi faktor penentu kesuksesan atlet di lapangan nanti. Selain teknis, pembinaan karakter dan sportivitas juga menjadi poin utama selama masa karantina latihan.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Jeneponto agar anak-anak kita dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi,” tuturnya.

Porsenijar Sulsel sendiri merupakan panggung tahunan bergengsi yang mempertemukan pelajar dan pendidik terbaik dari 24 kabupaten/kota. Ajang ini tak hanya sekadar kompetisi, namun menjadi sarana mempererat silaturahmi antarinsan pendidikan se-Sulawesi Selatan.