PGRI Gowa Ikut Konsolidasi GTK: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Tingkatkan Kompetensi Guru Adaptif

Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Drs. H. Sappe Mangiriang, MM
Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Drs. H. Sappe Mangiriang, MM (kanan)

NusantaraInsight, Makassar — Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Drs. H. Sappe Mangiriang, MM, menghadiri Rapat Konsolidasi Program Pengembangan dan Workshop Pemetaan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2026.

Kegiatan ini digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan selama 20–22 April 2026 di Makassar.

Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Sesditjen GTK) Kemendikdasmen, Temu Ismail, S.Pd., M.Si., dihadiri berbagai organisasi mitra pendidikan. Peserta mencakup PGRI Sulsel, PGRI kabupaten/kota se-Sulsel, IGI Sulsel, IGORNAS Sulsel, IGPKHI Sulsel, BMPS Sulsel, AGPAII Sulsel, IGTKI Sulsel, dan HIMPAUDI Sulsel.

H. Sappe, akrab disapa, menilai rapat ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pusat-daerah serta memperkuat sinergi untuk meningkatkan kompetensi GTK yang adaptif.

“Tentu sasaran utamanya meliputi tercapainya program prioritas Kemendikdasmen seperti pembelajaran mendalam dan sertifikasi, serta terciptanya budaya kerja berintegritas,” ungkapnya saat ditemui usai pembukaan, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pemaparan narasumber menyamakan persepsi dan langkah strategis antara BBGTK, Dinas Pendidikan, serta mitra seperti PGRI daerah.

BACA JUGA:  Seandainya Aku Bisa Terbang

“Ini juga membangun kolaborasi lintas sektor agar program kementerian terimplementasi konsisten dan terintegrasi, bermanfaat untuk peningkatan kompetensi guru adaptif terhadap teknologi pembelajaran dan perubahan zaman,” tambahnya.

H. Sappe berharap workshop ini mendorong lebih banyak guru mengikuti pelatihan paradigma pembelajaran baru, inovasi, dan kepemimpinan sekolah model baru.

“Semoga dapat terlaksana penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran mendalam (deep learning) yang kontekstual bagi peserta didik,” pungkasnya.

Kegiatan ini dianggap strategis menjelang implementasi program prioritas Kemendikdasmen 2026.