TISI Pelopori Gerakan Moral untuk Pujangga Besar Chairil Anwar

Tisi
Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) melaksanakan tradisi tahunannya dengan melakukan ziarah kubur ke makam Pujangga Besar Chairil Anwar.

“Di bagasi mobilnya, ada makanan serta minuman yang dibawanya khusus untuk kami, yang kami santap bersama sambil ngobrol di bawah rerindang pohon, sebelum acara nyekar dan diskusi dimulai,” katanya lagi.

Selalu ada cerita–cerita kecil tentang Chairil Anwar yang dituturkan Bu Eva.

“Sorry ya, saya menyebut ayah hanya dengan Chairil saja. Itu memang pesan beliau dulu untuk saya, yang disampaikan via ibu bahwa beliau ingin nanti puterinya menyebut dia bukan dengan sebutan ayah, melainkan namanya saja Chairil Anwar,” ucap Bu Eva.

Suasana menjadi sedikit sendu ketika beberapa penyair membacakan puisi karya Chairil Anwar di depan Bu Eva. Penyair Imam Ma’arif, Mita Katoyo, Boyke Sulaiman, Dyah Kencono Puspito Dewi, serta Jose Rizal Manua, membuat mata Bu Eva berkaca.

Karena kondisinya yang tidak memungkinkan, Bu Eva tidak bisa ikut serta ke area makam, tempat berlangsungnya acara doa dan diskusi yang menampilkan narasumber Sofyan RH Zaid dan Ewith Bahar sebagai pembicara.

“Ada wacana yang harus kami wujudkan terkait Chairil Anwar, yang merupakan gagasan Maman S Mahayana tahun lalu. Sudah terbentuk tim, dimana di dalamnya turut bergabung dua orang pengacara, yang satu diantaranya merupakan menantu Bu Eva. Dalam tim kami juga ada Slamet Widodo, penyair sekaligus arsitek. Semoga Allah memberkati rencana baik ini,” tutup Ewith Bahar .(***)

BACA JUGA:  MELAWAT RUMAH SAKIT KELAPARANKU JADI SIRNA

Kontrubutor : Lasman Simanjuntak