Bahas Gagasan Kawasan Wisata Literasi Pantai di Kosuka Coffee Senja

“Bahwa menghadirkan sebuah kawasan yang membuat orang datang bukan hanya untuk menikmati pantai, tetapi juga pulang membawa pengetahuan, inspirasi, dan pengalaman. Wisata dan literasi dapat berjalan berdampingan sehingga memberi dampak ekonomi, sosial, sekaligus membangun budaya membaca dan berkarya di tengah masyarakat,” ungkap Rahman Rumaday.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep tersebut dapat menjadi ikon baru Kabupaten Takalar karena memadukan kekuatan alam pesisir dengan gerakan literasi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala desa juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan potensi desa berbasis kolaborasi.

br

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun konsep pengembangan Kawasan Wisata Literasi Pantai Galesong, yang ke depan dapat melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, komunitas literasi, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, kawasan pesisir Galesong diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai, tetapi juga sebagai pusat literasi, kreativitas, budaya, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

brbr
BACA JUGA:  TISI Pelopori Gerakan Moral untuk Pujangga Besar Chairil Anwar
brbr
br