“Cerpen ini menyimpulkan pesan yang dalam, yakni sebuah teguran halus bagi setiap anak agar tidak terlalu larut dalam kesibukan duniawi hingga melupakan orang tua yang menjadi jembatan kesuksesan mereka. Penulis menekankan bahwa bakti terbaik adalah kehadiran dan perhatian di saat mereka masih bernapas,” pungkas Asia Ramli Prapanca.
Asia Ramli Prapanca Ungkap Pesan Moral di Balik “Tubuh Ibu Bau Harum Kasturi”
Baca Juga
br
br
Rekomendasi untuk kamu

Pak Guru Ullah datang bersama ayahnya. Duduk bersila di depan Sang Gallarrang. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan maksudnya.br “Gallarrang… saya datang untuk meminang putri Gallarrang. Wiah .” Sang Gallarrang terdiam…

Semalam aku baca buku Bang Maman lagi. Malam makin larut. Dingin. Sepi. Dan tiba-tiba… mantra Ibu hidup lagi di kepalaku. Aku bangun. Wudhu. Lalu sujud. Lama. Sampai sajadah basah.br _“Ya…

Makassar, NusantaraInsight — Buku Ketika Kata Menjadi Mantra karya Rahman Rumaday dibincangkan pada, Sabtu (18/7/2026) di Sunachi Claro Hotel. Buku setebal 81 halaman isi dan 32 halaman pembuka, kata pengantar…

Ia mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang sehat sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang beradab. Ratu Hemas juga memberi apresiasi kepada Anna Latuconsina yang tak lelah berjuang dan patah semangat dalam menyuarakan…

Puisi: Pulo Lasman Simanjuntak TENSI DARAH tensi darah, naik turun disuntik musim kemarau diukur sepasang tangan pengantin lansia tetap setia (sebelumnya mereka rindu masuk dalam tabung air raksa meledak kecemasan…


br
br







br