“Cerpen ini menyimpulkan pesan yang dalam, yakni sebuah teguran halus bagi setiap anak agar tidak terlalu larut dalam kesibukan duniawi hingga melupakan orang tua yang menjadi jembatan kesuksesan mereka. Penulis menekankan bahwa bakti terbaik adalah kehadiran dan perhatian di saat mereka masih bernapas,” pungkas Asia Ramli Prapanca.
Asia Ramli Prapanca Ungkap Pesan Moral di Balik “Tubuh Ibu Bau Harum Kasturi”
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Ia sungguh resah. Merasa tak melakukan apa-apa, tetapi jiwa raganya lelah“ Lalu penutupnya di beberapa kalimat paragraf akhir: ……… Suaminya menatapnya dalam, tepat di mata kejoranya. Mata itu bening, cerah….

“Tiga cerpen tadi, sepertinya hanya bisa menjadi sampel dari sensasi yang coba saya adop, bagaimana secara umum. Dengan hadirnya Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya sesungguhnya memperlihatkan bahwa ada upaya…

Makassar, NusantaraInsight — Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) bekerja sama dengan Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) mengundang publik untuk menghadiri diskusi buku kumpulan cerpen berjudul Perempuan yang Mengatupkan Resah di…

Melalui lensa kritis dan interpretatif, tesis ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang repertoar klasik Indonesia sekaligus menawarkan wawasan tentang keahlian komposisi Sukarlan. ” Tesis ini mengusulkan kerangka interpretatif yang dapat…

“Buku karya Andi Wanua Tangke ini memadukan cerita sejarah dan juga cerita fiksi, sehingga menarik untuk dibaca,” ucap Dr. Asia Ramli yang dikenal dengan nama panggung Ram Prapanca ini. “Apalagi…








