Meskipun Gus Dur tidak belajar di perguruan tinggi Eropa sebagaimana yang juga diinginkannya, tetapi selama di Kairo ia berkenalan dengan pemikiran Eropa. Ia mampu bertukar pikiran dalam lingkup yang mungkin tidak dapat dilakukannya di Indonesia.
Gus Dur termasuk seorang yang maniak sepakbola. Tidak hanya bermain bola, tetapi dia juga terus mempelajari, menganalisis, dan membedah permainan serta kekuatan dan kelemahan tim-tim sepakbola dan strategi mereka. Ia merupakan penggemar sepakbola yang benar-benar tertarik pada strategi permainan olahraga paling digemari manusia sejagat itu. Di Mesir yang rakyatnya gila sepakbola, dia bisa memuaskan kegemarannya menonton dan mengikuti pertandingan sepakbola.
Gus Dur mengakui, bisa mengikuti pertandingan-pertandingan liga Eropa dan pertandingan-pertandingan regional lainnya lewat liputan surat kabar dan radio. Maka, beberapa tahun silam, saat pertandingan sepakbola dunia, Gus Dur pernah menjadi kolomnis khusus Harian ‘Kompas’ khusus analisis pertandingan-pertandingan kelas dunia itu. (M.Dahlan Abubakar).










