Menjaga Warisan Budaya: Presentasi Tugas Akhir Magang Mahasiswa Departemen Sastra Daerah FIB Unhas

NusantaraInsight, Makassar — Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal, mahasiswa Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) telah melaksanakan presentasi tugas akhir magang mereka di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan pada Hari Selasa 17 Juni 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan hasil belajar dan pengabdian yang dilakukan oleh empat mahasiswa selama periode magang, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian Bahasa, sastra dan budaya budaya daerah.

Presentasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dosen pendamping dan staf teknis Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Mahasiswa memaparkan berbagai tema yang berkaitan dengan sastra daerah, bahasa, dan tradisi lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan identitas budaya Sulawesi Selatan.

Melalui acara ini, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jaringan antara akademisi dan komunitas budaya di wilayah tersebut.

Salmawati Mansyur, mahasiswa Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, mengangkat tema “Nilai Budaya Ungkapan Bahasa Makassar di Kabupaten Takalar” dalam presentasi tugas akhir magangnya.

BACA JUGA:  Masuk 6 Besar IMA 2024, Tim Verifikasi Lapangan Kunjungi SDN Rappocini Makassar

Salmawati mengeksplorasi berbagai ungkapan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Takalar, menggali makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Kajian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan bahasa Makassar, yang merupakan bagian integral dari identitas budaya.

Dengan menganalisis ungkapan-ungkapan tersebut, Salmawati berharap dapat menunjukkan bagaimana bahasa mencerminkan norma, nilai, dan tradisi yang hidup dalam masyarakat suku Makassar, serta pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

Firda Fadilla, membahas “Pergeseran Nilai-nilai Pappasang dalam Kehidupan Sosial Generasi Modern” dalam presentasi tugas akhir magangnya. Dalam paparannya, Firda mendalami nilai-nilai Pappasang, yang merupakan norma dan pedoman dalam etnik Makassar, mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern.

Firda menyoroti berbagai faktor yang menyebabkan pergeseran ini, seperti globalisasi, teknologi, dan perubahan gaya hidup generasi muda. Melalui analisis mendalam, ia menunjukkan bahwa meskipun beberapa nilai tradisional mulai memudar, masih ada upaya dari generasi muda untuk mempertahankan dan mengadaptasi nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unhas Seminar Kerja Penguatan Potensi Desa Alesilurunge

Tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah tantangan modernisasi serta mendorong diskusi lebih lanjut tentang peran budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Selanjutnya Salma Samrah, mengangkat “Simbolisasi Makna dan Konteks Cerita Rakyat Bugis” dalam presentasi tugas akhir magangnya.

Dalam tulisannya, Salma mendalami berbagai cerita rakyat suku Bugis, mengeksplorasi simbol-simbol yang terdapat dalam narasi tersebut dan cermin simbol-simbol beserta nilai-nilai sosial, moral, dan budaya masyarakat.

Melalui analisis mendalam, Salma mengidentifikasi berbagai elemen simbolis, seperti karakter, lokasi, dan konflik dalam cerita rakyat yang memiliki makna mendalam. Dia menjelaskan bahwa setiap cerita tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting mengenai kehidupan, seperti keberanian, kebijaksanaan, dan hubungan antar manusia.

Salma juga menyoroti konteks sejarah dan budaya yang melatarbelakangi cerita-cerita tersebut, menunjukkan bagaimana cerita rakyat berfungsi sebagai wahana untuk menjaga dan mentransmisikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi.