Sidrap, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pembuatan JLF (Jadam Liquid Fertilizer) di Kantor Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (3/8). Kegiatan ini merupakan program kerja individu Irmawati Bandaso, mahasiswa Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 orang warga setempat yang antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.
Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman warga mengenai alternatif pupuk organik yang murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan di tengah semakin mahalnya harga pupuk kimia di pasaran. Melalui kegiatan ini, warga dibekali pemahaman mengenai metode Jadam, salah satu teknik pertanian organik asal Korea Selatan yang memanfaatkan bahan-bahan alami dan mikroorganisme lokal untuk menghasilkan pupuk berkualitas dengan biaya produksi yang rendah.
Warga Kelurahan Bangkai dipilih sebagai sasaran kegiatan ini karena sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun yang sehari-hari bergantung pada penggunaan pupuk untuk menunjang produktivitas lahan. Materi yang disampaikan mencakup bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan JLF, tahapan proses fermentasi, cara penyimpanan, hingga manfaat penggunaan JLF bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Dalam pemaparannya, Irmawati Bandaso menegaskan bahwa penggunaan pupuk organik seperti JLF dapat menjadi solusi jangka panjang bagi petani. “JLF ini bahan-bahannya mudah didapat di sekitar kita dan biayanya jauh lebih murah dibanding pupuk kimia. Selain menyuburkan tanah, penggunaan JLF juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Kami berharap warga dapat mempraktikkannya sendiri di rumah masing-masing,” ujarnya.
Lurah Kelurahan Bangkai turut mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, ketersediaan pupuk organik yang terjangkau menjadi perhatian penting bagi warga mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat setempat bergantung pada sektor pertanian. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian warga dalam menyediakan pupuk secara mandiri sehingga mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap warga Kelurahan Bangkai tidak hanya memahami cara pembuatan JLF, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian organik yang ramah lingkungan.


br
br
br






br
br






br