Kepemimpinan Tak Berpengaruh Langsung pada Kinerja Bawa Ady Sumadi Raih Doktor “Sangat Memuaskan” di STIEM Amkop

Ini sesuai dengan standar yang diberikan. Penelitian ini hanya menguji tiga variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan PT PLN (Persero) Wilayah Sulselbar di Kota Makassar, sehingga masih kurang dapat menjelaskan komprehensif dan diharapkan kepada para peneliti berikutnya dapat meneliti dari sisi yang lain atau menggunakan variabel-variabel tambahan lainnya.

Novelti penelitian ini, ketika uji hipotesis berpengaruh langsung kepemimpinan terhadap kinerja, menunjukkan hasil positif tidak signifikan dengan nilai P value 0,412, akan tetapi setelah dilakukan uji mediasi, dalam rangkaian pengaruh kepuasan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja, justru menunjukkan hasil yang positif dan signifikan.

Sehingga, ringkasnya, novelti yang dihasilkan adalah kepuasan kerja merupakan faktor peubah yang mampu menciptakan kinerja, ketika karyawan memandang kepemimpinan tidak memiliki kaitan langsung dengan kinerja.

Novelti yang kedua adalah, dihasilkan kepuasan kerja merupakan faktor peubah mampu menciptakan kinerja ketika karyawan memandang budaya organisasi tidak memiliki kaitan langsung dengan kinerja.

Simpulan dan rekomendasi, pertama, penguatan gaya kepemimpinan tranformasional PT PLN Sulsebar sebaiknya lebih fokus pada aspek-aspek, yaitu kemampuan analisis strategis, rasionalitas, dan ketegasan. Kedua, perbaikan sistem kompensasi total, lebih berorientasi pada kinerja daripada “individual team” dan menyatakan komponen-komponen finansial. Ketiga, peranan budaya organisasi yang inklusif dan adaptif serta pengelolaan kepuasan kerja sebagai piagam kinerja.

BACA JUGA:  Dr Abdi Pimpin BAN-PDM Sulsel 2024

Saran yang dapat diberikan adalah, kepada pemimpinan dan pimpinan manajer PT PLN Sulselbar untuk melaksanakan serangkaian kegiatan yang meliputi, menetapkan tujuan organisasi agar bersikap rasional dengan mempertimbangkan data dan informasi yang kinerja bawaan secara efektif.

“Juga, diperlukan studi lanjutan atas hipotesis yang ditolak dan penambahan kajian teori yang menjadi landasan penelitian selanjutnya,: kunci Dr.Ady Sumadi, S.E.,M.M. yang merupakan doktor ke-22 STIEM Amkop Makassar. (mda).