Ishakim Larang Nafas Dikorupsi. Suradi Ingin Buat Buku 10.000 Halaman

Ishakim
Dari kiri ke kanan : Suradi Yasil, Ishakim dan Shaff Muhtamar

Makassar, NusantaraInsight — Seniman, sekaligus aktor Sulawesi Selatan Ishakim menyebutkan bahwa nafas jangan sampai dikorupsi.

Hal ini dikemukakan saat diskusi ringan Novelet Cinta dan Korupsi karya Dr. Suradi Yasil, Sabtu (8/8/2026) di Komplek CV Dewi Blok E2 nomor 11 yang juga dihadiri oleh sejumlah penggiat literasi dan juga penyair, seperti M. Amir Jaya, Andi Wanua Tangke, Shaff Muhtamar, Syahril Rani Patakaki, Anwar Nasyaruddin dan Rahman Rumaday.

Dalam tanggapannya menilai Novelet karya tokoh literasi asal Tinambung Sulawesi Barat ini, Ishakim dengan gaya Musang Berjanggut -nya menyampaikan bahwa mengapa penulis tidak menambahkan satu plot ketika Agus sang driver ojol yang tewas dilindas Baraccuda polisi dan menyebabkan pecahnya kerusuhan massal di Jakarta.

“Mengapa tidak ditambahkan pada cerita si Putri Cahaya menyaksikan dari atas hotel, misalnya, ojol ini dilindas Baraccuda. Sehingga cerita ojol yang dilindas ini berkaitan dengan kisah cinta Purnabaya yang penyair dengan Putri Cahaya putri Jenderal Jangkar yang dikenal seorang koruptor kakap,” ulas Ishakim.

BACA JUGA:  KPU Makassar GREBEG di SMKN 8 Makassar

“Karena jika kita bicara tentang korupsi, nafas juga jangan dikorupsi. Setiap alur nafas yang keluar masuk itu, harus disertai dengan zikir atau penyebutan nama Sang Kuasa. Nafas itu, “iya tongji tama’, iya tongji sulu’.” (Dia yang masuk, Dia juga yang keluar),” tutur Ishakim sedikit ber-rahasia.

“Jadi nafas juga itu jangan dikorupsi,” katanya sembari menjelaskan panjang lebar terkait alur cerita Novelet Cinta dan Korupsi membandingkan karya Suradi Yasil Ketika Sampan Samar Hilang ke Utara yang dianggap memiliki alur cerita yang lebih lengkap.

Suradi Yasil Ingin Buat Karya 10.000 Halaman

Dr. Suradi Yasil seorang novelis asal Tinambung Sulawesi Barat di usia ke-81 tahun kembali membuat novel berjudul Cinta dan Korupsi.

Karya di usia senja ini, adalah karya yang melengkapi karyanya di usia belia (18 tahun) yang berjudul Cinta dan Kusta.

“Ini bukan kebetulan semata, di mana di usia 18 saya membuat novel berjudul Cinta dan Kusta dan di usia ke 81 membuat novel berjudul Cinta dan Korupsi,” ungkapnya

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT 113 Unhas Sosialisasi Pembuatan Bumbu dari Rumput Laut di P. Persatuan Sinjai

Selain itu, di usianya yang tak lagi muda, dia bertekad untuk membuat buku dengan jumlah 10.000 halaman.

Hal ini disampaikan olehnya, ketika Dr. Shaf menyinggung tekad Suradi Yasil di usia 79 tahun untuk membuat buku dengan 1000 halaman.

“Bukan hanya 1000 halaman tapi saya berniat membuat buku 10.000 halaman,” tandasnya.