Dari Cinta dan Kusta ke Cinta dan Korupsi Suradi Yasil

Makassar, NusantaraInsight — Dr. Suradi Yasil seorang novelis asal Tinambung Sulawesi Barat di usia ke-81 tahun kembali membuat novel berjudul Cinta dan Korupsi.

Karya di usia senja ini, adalah karya yang melengkapi karyanya di usia belia (18 tahun) yang berjudul Cinta dan Kusta.

“Ini bukan kebetulan semata, di mana di usia 18 saya membuat novel berjudul Cinta dan Kusta dan di usia ke 81 membuat novel berjudul Cinta dan Korupsi,” ungkapnya sebelum diskusi Novelet Cinta dan Korupsi di BTN CV Dewi Blok E2 nomor 11, Sabtu (8/8/2026) sembari menghitung kedua telapak tangannya untuk menggambarkan filosofi usia 18 dan 81tahun itu.

Penulis Novel Sampan itu Samar Menghilang ke Utara juga menjelaskan bahwa penulisan Novelet ini mulai dilakukan mulai 14 November 2025 – 15 Februari 2026 dan dilanjutkan kembali pada tanggal 29 Maret 2026 di Tinambung lalu dituntaskan pada 31 Juli 2026.

Secara singkat ia menjelaskan bahwa novelet ini cinta seorang penyair bernama Purnabaya dengan Putri Cahaya, anak seorang Jenderal Jangkar yang teridentifikasi seorang koruptor besar.

BACA JUGA:  Penyair M.Amir Jaya Terbitkan Buku "Mengaji Ombak Tanadoang"

“Untuk lebih jelas untuk alur cerita Novelet Cinta dan Korupsi ini dapat dibaca langsung,” ujarnya.

“Kalau tidak salah jumlah kata di Novelet Cinta dan Korupsi adalah 10.030 kata atau 10.300 kata,” pungkasnya.

Diskusi Cinta dan Korupsi

Novelet Cinta dan Korupsi didiskusikan secara santai di rumah kediaman penulis Suradi Yasil dan dihadiri secara terbatas oleh para sastrawan dan novelis.

Diskusi yang dipandu oleh Anwar Nasyaruddin ini dihadiri oleh Ishakim, Dr. Shaf Muhtamar, Andi Wanua Tangke, Amir Jaya, Rahman Rumaday dan juga Pasanjak Syahril Rani Patakaki.

Hingga berita ini dimuat, diskusi ini sementara berlangsung dengan menarik, karena seluruh peserta diskusi merupakan narasumber yang memberikan perspektif dari sudut pandang masing-masing.

brbr
brbr
br