ISI Surakarta dan ISBI Sulsel Pentaskan Teater Film “A’Rate” di Festival Sastra Kepulauan IX

Makassar, NusantaraInsight — Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan mementaskan karya teater film berjudul “A’Rate” dalam rangkaian Festival Sastra Kepulauan IX 2026 di Baruga Benteng Somba Opu, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu malam, 19 September 2026.

Pementasan tersebut merupakan karya adaptasi dari Maulid Syaraful Anam dan tradisi A’Rate yang berkembang di Cikoang, Kabupaten Takalar. Karya ini disutradarai Erwin Sirajuddin, S.Sn., M.Sn., dengan Muh. Alfian, S.S., M.A., sebagai asisten sutradara.

Ketua Festival Sastra Kepulauan IX, Dr. Asia Ramli, yang juga dikenal sebagai Ram Prapanca, saat ditemui Selasa (22/9/2026) mengatakan bahwa festival tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai bentuk ekspresi sastra dan seni tradisi dari sejumlah daerah.

“Festival ini tidak hanya menghadirkan karya sastra dalam bentuk tulisan, tetapi juga membuka ruang bagi seni pertunjukan untuk menghidupkan kembali tradisi dan kekayaan budaya masyarakat kepulauan,” kata Asia Ramli.

Festival Sastra Kepulauan IX 2026 mengusung tema “Merawat Tradisi Puitik, Menautkan Keberagaman Kampung”. Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 September 2026 itu menghadirkan berbagai agenda, antara lain dialog sastra, lokakarya penulisan, pertunjukan seni, pameran buku, peluncuran buku, serta kegiatan literasi lainnya.

BACA JUGA:  Diminati, Museum keliling di Sanggar Seni Pendopo Aspirasi.

Mengangkat Tradisi A’Rate

“A’Rate” mengangkat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang hidup dalam tradisi masyarakat Cikoang. Karya tersebut merujuk pada pembacaan Maulid Syaraful Anam sebagai bagian dari ekspresi penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam sinopsisnya, karya ini menggambarkan Rasulullah sebagai utusan Allah yang menjadi saksi, pembawa kabar gembira bagi orang-orang beriman, sekaligus pemberi peringatan bagi para pendusta. Rasulullah juga digambarkan sebagai penyeru kepada ketauhidan dan ketaatan hanya kepada Allah Swt., serta sebagai pelita yang menerangi kegelapan dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

Melalui pendekatan teater film, tradisi tersebut diolah menjadi pertunjukan yang memadukan unsur akting, visual, dokumentasi, dan sinematografi. Adaptasi ini diharapkan dapat memperkenalkan tradisi A’Rate kepada penonton yang lebih luas, terutama generasi muda.

Para Pemain

Pementasan “A’Rate” melibatkan enam pemain, yakni:
Armansyah sebagai Tokoh 1.
Arya Anugrah Noer sebagai Tokoh 2.
A. Muh. Afrizal sebagai Tokoh 3.
Yayuk Bektiningsih sebagai Tokoh 4.
Rina Rauf sebagai Tokoh 5.
Nur Ina sebagai Tokoh 6.
Videografi dan dokumentasi ditangani Arista Aras.