Empat Profesor Unhas Paparkan Riset Inovatif

Edible Packaging merupakan generasi ketiga kemasan pangan yang diklasifikasikan menjadi dua, yaitu edible film dan edible coating. Ini terbuat dari biopolymer yang dapat dimakan dan bahan aditif (food grade). Lapisan tipis ini melindungi pangan dari kerusakan fisik, kimia, dan biologis, migrasi kelembapan, pertumbuhan mikroba di permukaan hingga meningkatkan kualitas produk makanan karena kemampuannya sebagai barrier terhadap gas, minyak dan senyawa volatile lainnya.

Prof Adiansyah menjelaskan, penggunaan edible packing sebagai inovasi kemasan berbasis biopolymer dirancang tidak hanya untuk dimakan, tetapi juga medah terurai secara hayati dan mendukung prinsip keberlanjutan. Konsep ini tidak hanya sampai pada pembuatan film atau coating, tetapi mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari ekstraksi bahan baku hingga kontribusinya terhadap system ekonomi sirkular.

“Ini merupakan system yang kompleks, karena melibatkan kompleksitas material sebagai bahan penyusun, teknologi proses, regulasi dan perilaku konsumen. Pengembangan edible packaging menjadi semakin relevan karena isu sampah plastic dan tuntutan akan kemasan yang ramah lingkungan,” jelas Prof Adiansyah.

BACA JUGA:  SMAN 11 Pinrang Ditetapkan Sebagai Sekolah Model PM dan KKA

Tantangan yang dihadapi pada penelitian Edible Packaging adalah stabilitas material karena menentukan apakah kemasan mapu mempertahankan fungsi protektifnya selama produksi, distribusi, hingga konsumsi. Hal ini dikarenakan edible packaging tersusun dari biopolymer alami seperti pati, protein dan polisakarida yang secara inheren lebih sensitive terhadap suhu, kelembapan dan cahaya.

Kegiatan Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar berlangsung lancar dan hikmat hingga pukul 11.30 Wita. (*/mir)