“Kontribusi hasil penelitian ini adalah pengembangan metode inovatif yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi beras, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan mutu hasil panen sekaligus meningkatkan daya saing beras local di pasar internasional,” tambah Prof Faidah Rahman.
Penerapan teknologi pascapanen tidak hanya bertujuan meningkatkan mutu beras, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi perekonomian petani. Dengan mutu yang lebih baik, harga beras di pasar akan meningkat, sehingga kesejahteraan petani pun dapat terangkat.
*Prof. Dr. Ir. Iqbal, STP., M.Si., IPM*
Pidato pengukuhan lainnya juga disampaikan oleh Prof Iqbal mengenai “Inovasi Alat dan Mesin Pertanian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan”. Ketahanan pangan merupakan pondasi utama kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan tantangan perubahan iklim, inovasi dalam alat dan mesin pertanian menjadi krusial untuk melipatgandakan produksi secara efisien, menjamin kualitas dan menjaga keberlanjutan.
Alat dan mesin pertanian (Alsintan) telah menjadi salah satu factor penggerak revolusi hijau, yang memungkinkan peningkatan hasil panen secara signifikan. Dalam konteks ketahanan pangan, peran alsintan dapat dikelompokkan dalam beberapa aspek diantaranya efisiensi produksi, peningkatan produktivitas dan pengelolaan Risiko.
“Hal serupa dari berbagai hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan tractor roda dua dan empat dapat memberikan dampak positif berupa meningkatnya efisiensi waktu olah tanah, menurunkan biaya, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Beberapa penelitian lain tentang alat dan mesin pertanian yang juga telah kami lakukan berupa modifikasi dan uji kinerja aplikator kompos untuk tanaman padi, tebu dan horticultural,” jelas Prof Iqbal.
Alat dan mesin pertanian adalah pondasi utama dalam membangun system pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Konsep ini mencakup penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi local, efisiensi secara ekonomi, serta ramah terhadap lingkungan. Di era digital saat ini dan akan datang, alat dan mesin pertanian berkembang menjadi system pertanian berbasis data, otomasi dan kecerdasan buatan, yang membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
*Prof. Dr. Adiansyah Syarifuddin, STP., M.Si.,*
Dalam kesempatan ini, Prof Adiansyah memberikan penjelasan penelitian yang dilakukan tentang “Edible Packaging : Strategi Inovatif dan Berkelanjutan untuk Memperpanjang Masa Simpan Produk Pangan”.













