Empat Profesor Unhas Paparkan Riset Inovatif

Dalam formulasi teoritis Value Saving Model of Politeness, Prof Kamsinah menuturkan lima pilar yang menampilkan beberapa ungkapan tradisional bugis yang dapat dibaca sebagai pondasi empiris teori yang dihasilkan.

Adapun lima pilar tersebut yakni Moral Dignity Preservation (Kesantunan menjaga kejujuran moral dan harga diri), Social Legitimacy Maintenance (Bahasa menopang keteraturan sosial, adat, dan legitimasi kelembagaan), Role Accountability (Setiap orang bertanggungjawab menjalankan perannya dengan teguh), Relational Harmony (Hubungan sosial dijaga melalui saling memanusiakan, memuliakan dan menghargai), dan Collective Honour Protection (Bahasa menjaga nama baik keluarga, komunitas, dan kelompok).

*Prof. Ir. Andi Nur Faidah Rahman, STP., M.Si., Ph.D.,*

Pada kesempatan yang sama, Prof Faidah Rahman memberikan penjelasan mengenai penelitian yang dilakukan tentang “Penerapan Teknologi Pascapanen Beras Sebagai Strategi Inovatif untuk Peningkatan Mutu, Nilai Ekonomi, dan Ketahanan Pangan Bagi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Teknologi pascapanen merupakan bagian penting dalam system pertanian, karena berperan dalam menjaga kualitas hasil panen setelah dipisahkan dari tanaman induknya. Penanganan yang kurang tepat setelah panen sering menyebabkan susut hasil yang tinggi, penurunan mutu, kerusakan fisik serta berkurangnya kandungan gizi pada produk pertanian. Oleh karena itu, penerapan teknologi pascapanen menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.

BACA JUGA:  PKM STIK Stella Maris Makassar Jadikan Panen Petani Bantaeng Melimpah Berkat Bantuan Traktor dan Mesin Modern

“Teknologi pascapanen beras merupakan serangkaian perlakukan dan penanganan yang dilakukan terhadap padi atau gabah setelah panen hingga menjadi beras yang siap dikonsumsi atau dipasarkan. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi susut hasil, mempertahankan mutu fisik dan gizi, mencegah kerusakan selama penyimpanan serta meningkatkan nilai ekonomi beras,” jelas Prof Faidah Rahman.

Beras kesehatan/fungsional merupakan beras yang memiliki kandungan boaktif yang berefek bagi kesehatan manusia. Penerapan teknologi pascapanen melalui proses perkecambahan dapat meningkatkan kandungan senyawa Gamma Aminobutyric Acid (GABA) yang merupakan salah satu senyawa yang meningkat cukup signifikan selama proses perkecambahan.

Peningkatan mutu pascapanen beras melalui perkecambahan gabah mengeksplorasi potensi metode perkecambahan gabah dalam meningkatkan mutu pascapanen beras, baik dari segi nilai gizi maupun kualitas fisik. Proses perkecambahan diketahui dapat memicu perubahan biokimia yang signifikan dalam biji-bijian, termasuk peningkatan kandungan senyawa bioaktif seperti vitamin, asam amino esensial dan antioksidan.