Dr Sarwinah: Sastra Anak Penting Dalam Kurikulum Merdeka

Dr Sarwinah

Kepada praktisi, penulis, dan peneliti, dia mengajak mereka untuk lebih giat lagi berkarya, terkhusus untuk menciptakan produk-produk karya sastra yang ditujukan untuk anak-anak. Dalam karya yang dibuat itu, sebaiknya diselipkan nilai-nilai kearifan lokal untuk mengangkat budaya daerah masing-masing sehingga dapat menjadi warisan kepada generasi penerus kita pada tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi juga diberikan kepada guru-guru. Disampaikan, bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar yang dikembangkan dalam penelitiannya, telah melalui beberapa uji coba dan dinyatakan layak, praktis, dan efektif. Peserta didik merespons positif penggunaan bahan ajar dan perangkat yang dikembangkan.

”Guru kelas yang juga sebagai guru umum mengajarkan Bahasa Indonesia di kelas IV SD, disarankan untuk memanfaatkan produk bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar ini, baik dalam bentuk buku cetak maupun dalam bentuk flipbook sebagaimana yang ditunjukkan dalam penelitian ini,” katanya.

Sarwinah yang menyelesaikan pendidikan S1 (Sarjana) dan S2 (Magister) pada Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) juga memberi saran untuk peserta didik. Peserta didik yang menggunakan buku panduan sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar disarankan untuk dapat terus mengasah keterampilannya dalam pembelajaran sastra, seperti puisi, prosa, dan drama, secara kreatif.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas: Pelatihan Bahasa Inggris untuk Pemandu Wisata Lokal Pa'paelean

“Buku panduan sastra anak hasil disertasinya, dibuat sekreatif dan semenarik mungkin agar peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kompetensinya dalam pembelajaran sastra,” pungkas Sarwinah. []