Syahruddin juga mendorong agar penelitian dosen dan mahasiswa tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
Riset diharapkan berkembang menjadi kekayaan intelektual, inovasi dan hilirisasi, sekaligus membuka kerja sama dengan dunia industri serta menghasilkan solusi bagi pemerintah dan masyarakat.
“Riset yang baik menghasilkan pengetahuan. Riset yang hebat menghasilkan perubahan,” katanya.
Perkuat Transformasi Digital dan AI
Pada kesempatan itu, Syahruddin menitipkan empat hal kepada UKI Paulus dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi.
Pertama, mempertahankan budaya mutu. Kedua, memperkuat transformasi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menggunakan teknologi dan AI secara produktif, kritis, etis dan bertanggung jawab.
Ketiga, mendorong penelitian dan inovasi menuju hilirisasi agar hasil penelitian semakin banyak memberikan solusi bagi industri, pemerintah dan masyarakat.
Keempat, memperkuat relevansi lulusan melalui tracer study, pengembangan karier, jejaring alumni serta hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Saya berharap UKI Paulus terus bergerak, dari baik menjadi unggul, dari unggul menjadi berdaya saing, dan dari berdaya saing menjadi berdampak,” katanya.
Gelar Adalah Amanah
Khusus kepada wisudawan dan wisudawati, Syahruddin berpesan agar gelar akademik yang diperoleh tidak sekadar menjadi kebanggaan.
Dunia setelah kampus, menurutnya, akan lebih banyak menilai kompetensi, kemampuan bekerja, menawarkan solusi serta integritas seseorang.
“Gelar bukan mahkota. Gelar adalah amanah,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta setiap lulusan membawa tiga bekal utama dari UKI Paulus, yakni kompetensi, integritas dan kepedulian.
“Kompetensi membuat Saudara mampu. Integritas membuat Saudara dipercaya. Kepedulian membuat keberadaan Saudara berarti,” katanya.
Ia juga meminta lulusan tidak takut menghadapi pesatnya perkembangan AI dan teknologi.
“Jangan menjadi manusia yang kalah oleh teknologi. Jadilah manusia yang mampu menggunakan teknologi untuk menghasilkan manfaat,” pesannya.
Syahruddin juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, di balik keberhasilan seorang mahasiswa terdapat doa, pengorbanan dan kesabaran keluarga.
“Jangan hanya membuat orang tua bangga pada gelar Saudara. Buatlah mereka bangga pada karakter Saudara. Karena gelar tertulis di atas kertas, tetapi karakter ditulis melalui perjalanan hidup,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Syahruddin berharap UKI Paulus semakin unggul dalam mutu, kuat dalam tata kelola, maju dalam inovasi, luas dalam jejaring dan semakin nyata memberikan dampak bagi masyarakat.

br
br






br





