Makale, NusantaraInsight — Persoalan antara pedagang tarakko berinisial MS dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja, Erni Yetti Riman, yang sempat viral di media sosial usai perayaan HUT ke-69 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi Toraja ke-779, berakhir damai. Kedua pihak bertemu di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Tana Toraja, Kota Makale, Rabu (2/9/2026), dan sepakat menyelesaikan masalah secara baik-baik.
Dalam pertemuan tersebut, Erni Yetti Riman dan MS masing-masing menyampaikan kronologi kejadian. Suasana sempat diwarnai tangis MS saat menceritakan peristiwa itu, sementara Erni menenangkan dan memeluknya. Keduanya mengakui adanya miskomunikasi yang memicu persepsi berbeda di masyarakat.
Erni menilai sangat disayangkan informasi yang beredar di media sosial sempat menyudutkan pihaknya tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Namun, ia memilih tidak memperpanjang persoalan dan mengedepankan kepentingan Toraja ke depan. “Demi Toraja ke depan, kita cari yang terbaik,” ujarnya.
MS pada kesempatan itu memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada Erni Yetti Riman. Ia mengaku menyesal karena insiden tersebut menyeret nama baik Erni. MS berharap tidak ada lagi masalah serupa di kemudian hari.
Sebagai bentuk kepedulian, Erni memberikan bantuan berupa alat menggoreng dan minyak goreng kepada MS. Tak hanya itu, MS juga mendapat bantuan keringanan cicilan kendaraan hingga lunas. Momen perdamaian ini ditutup dengan pelukan antara kedua belah pihak.
Kasus yang sempat ramai di media sosial ini akhirnya berakhir haru dengan rekonsiliasi dan bantuan konkret bagi pedagang tarakko. Pertemuan di Rujab Bupati Tana Toraja menjadi penanda bahwa dialog langsung dapat meredam eskalasi konflik di ruang publik. (Rhd)

br
br






br





