News  

PKM-RE Unhas Hadirkan Inovasi Implan CNEX untuk Penghantaran Obat Gangguan Bipolar

Makassar, NusantaraInsight — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Hasanuddin mengembangkan inovasi teknologi penghantaran obat berupa Cationic Nanoparticle Extended Dissolving Implant (CNEX) sebagai pendekatan baru dalam penghantaran sodium divalproex (DVP) untuk terapi gangguan bipolar.

Tim ini diketuai oleh Brigita Candra Tika, dengan anggota Annisa Nur Mutmainnah, Nur Azizah, Findika Affandi, dan Nurqalby Putri Mulyani, di bawah bimbingan Bapak Apt. Alghifary Anas Achmad, S.Si., M.Si. Pengembangan CNEX dilakukan sebagai bagian dari keikutsertaan Universitas Hasanuddin dalam Program Kreativitas Mahasiswa, khususnya bidang Riset Eksakta, yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan penelitian dan inovasi di bidang sains dan kesehatan.

br

CNEX dikembangkan sebagai sistem implan yang dirancang untuk menghantarkan sodium divalproex, salah satu obat yang digunakan dalam terapi gangguan bipolar. Gangguan bipolar merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan episode suasana hati, seperti mania atau hipomania dan depresi, sehingga membutuhkan pengobatan yang konsisten dalam jangka panjang.

Salah satu tantangan dalam terapi menggunakan sodium divalproex adalah tingginya ikatan obat dengan protein plasma yang dapat memengaruhi jumlah obat bebas yang tersedia untuk didistribusikan ke jaringan. Selain itu, terapi gangguan bipolar umumnya memerlukan penggunaan obat secara rutin dalam jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pemberian obat secara oral juga dapat menyebabkan kadar obat dalam tubuh mengalami fluktuasi akibat proses absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi ini berangkat dari kebutuhan akan sistem penghantaran obat yang mampu memberikan paparan obat secara lebih stabil melalui pelepasan secara bertahap dalam periode yang lebih panjang, sehingga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pemberian obat secara berulang dan membantu mendukung kepatuhan pasien.

BACA JUGA:  Alumni Lintas Angkatan dan Guru SMANSA Makassar Meriahkan Turnamen Domino SMDC Seri III

Dalam pengembangannya, sodium divalproex dimuat ke dalam nanopartikel kationik berbasis kitosan yang kemudian menjadi bagian dari sistem implan. Setelah implan berada di dalam tubuh, obat dirancang untuk dilepaskan secara bertahap dari sistem pembawa sehingga penghantaran obat tidak berlangsung sekaligus, melainkan secara terkendali.

CNEX juga mengusung pendekatan adsorptive-mediated transcytosis (AMT) sebagai mekanisme yang mendukung proses penghantaran nanopartikel. Nanopartikel dengan permukaan bermuatan positif dapat berinteraksi dengan komponen bermuatan negatif pada permukaan sel. Interaksi tersebut dapat memicu proses adsorpsi dan selanjutnya mendukung masuknya nanopartikel ke dalam sel melalui proses transitosis, sehingga nanopartikel dapat ditransportasikan melewati lapisan sel menuju sisi lainnya.

br
br