Moderator menyarankan ke teman-teman, bahwa (AI) dengan tuntutan zaman. Perlu teman-teman mempertahankan orisinil atas apa yang menjadi pengabur kekaryaan khususnya rupa. Selaku moderator, Aedil mengajak pada teman-teman untuk bijak dalam menyikapi kehadiran (AI).
Sore membawa kehangatan di sela obrolan rupa. Teman-teman merespon dengan baik karena tanpa disadari senyum rupa bisa memberi warna kebahagiaan di antara tumpahan gagasan. Pun, teman-teman SSB Batugarumbing bisa lebih mengenal dan merasa dekat dengan rupa. Teman-teman SSB Batugarumbing berharap obrolan ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus ada dan terlaksana sampai menciptakan identitas kekaryaan. Jangan sampai titik balik dari kegiatan ini hilang makna atau tanpa makna, tegas Alif.
Kegiatan serupa ini bisa tetap dilakukan dan bakal menjadi permanen di internal sanggar. Kami juga berharap kedepannya bisa naik level menjadi sepekan bersama rupa, tutur Rifal. Sebab ini sudah menjadi program khusus pada divisi kami di rupa, lanjutnya.
Kedepannya, dengan diadakannya kegiatan serupa ini bisa menjadi arti asseddingeng sesuai dengan motto SSB Batugarumbing. Teman-teman harus berani mencoba dan tidak takut gagal, sebab keberhasilan lahir dari konsistensi.
Pada kegiatan selanjutnya, kami berharap semoga bisa terlaksana Ngobrol Perihal Seni. Sebagai ruang untuk sharing secara online. Seni tak memiliki batasan untuk terus menciptakan ruang dan melahirkan karya. Sebab itu kami berharap penuh pada teman-teman untuk terus berproses dan jangan mati sebelum berkarya. arna itu juga tetap berarti ruang belajar. Saya mohon kerja sama teman-teman untuk tetap berkolaborasi pada kesenian, harap Alif dengan penuh rasa percaya diri.
Mari berbenah dan berproses bersama. Kegiatan ini adalah kanvas untuk kita dikeabadian. Tetap berkarya pada satu simbol kebersamaan, kita ada karena karya. Sampai bertemu di kegiatan sehari bersama divisi-divisi kami di SSB Batugarumbing.












