Ketika sudah SMA, saya dan teman-teman sering memanjat pohon gersen. Kebetulan, pada saat itu, letak pohonnya berada di depan kelas. Saya dan teman juga sering ke kantin sekolah untuk membeli manisan cermai, mangga dan kerupuk ubi. Bila tiba musim mangga, saya dan teman suka iseng. Kami sering nongkrong di depan kelas hanya untuk menunggu buah mangga jatuh. []
Saya Belajar Jadi Perempuan Mandiri
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

“Siapa namanya?,” usut saya lagi tidak mau kalah dalam “cincong” melalui celah sempit pintu yang terbuka. “Rachmat Latief,” jawabnya. “Kasih tahu dia, ada yang mau bertemu,” kata saya diplomatis sedikit…

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa demokrasi tidak runtuh dalam satu malam. Ia terkikis perlahan. Dimulai dari pembiaran kecil. Dari satu kasus yang tidak dituntaskan. Dari satu suara yang dibungkam….

Sekolah dapat pula mengembangkan program-program inovasi berkaitan dengan Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Gerakan Literasi Sekolah, dan lain sebagainya, yang kesemuanya dalam kerangka Sekolah Ramah Anak (SRA) sesuai prinsip the best…

Semua tempat disimpul adalah jejak sejarah Makassar. Mengamati karya seni Instalasi yang diberi judul Home #5, maka lengkaplah bahwa yang akan ditampilkan adalah tiga rumah di bumi ini, yakni, sarang…

“Ini bukan tentang apa yang kita kenakan…. tapi tentang apa yang kita bawa pulang dari Ramadan.” Saya menarik napas panjang. Percakapan itu semakin dalam. “Imanmu bagaimana?” “Masihkah ia seterang kemarin?”…








