Ketika sudah SMA, saya dan teman-teman sering memanjat pohon gersen. Kebetulan, pada saat itu, letak pohonnya berada di depan kelas. Saya dan teman juga sering ke kantin sekolah untuk membeli manisan cermai, mangga dan kerupuk ubi. Bila tiba musim mangga, saya dan teman suka iseng. Kami sering nongkrong di depan kelas hanya untuk menunggu buah mangga jatuh. []
Saya Belajar Jadi Perempuan Mandiri
Baca Juga
br
Rekomendasi untuk kamu

Ia mengatakannya tanpa berputar-putar. Jokowi akan terus berpolitik. Alasannya, ia masih ingin memberikan kontribusi, meskipun menurut istilahnya sendiri hanya “sedikit”. Kata “sedikit” itu menarik perhatian saya. Sebab kontribusi mantan presiden…

Kasus kata nikah tak kalah menarik. Mesin penerjemah atau mahasiswa kerap menyamaratakannya menjadi marriage. Secara komunikasi dasar, pesan itu tersampaikan. Namun, dalam diskursus Islam, nikah bukan semata status sipil atau…

Dari aktivitas Syahriar Tato di dunia hiburan sebagai aktor dan produser film, sehingga beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Sulawesi Selatan. Dunia peran yang dimainkan bukan…

Di panggung itu, saya melihat bukan hanya seorang anak muda yang sedang menerima ijazah. Saya melihat perjalanan.br Saya melihat perjuangan. Saya melihat hari-hari yang mungkin tidak selalu mudah. Dan saya…

Oleh: Moh Haekal Rumaday (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar) Makassar, NusantaraInsight — Menyelesaikan studi di perguruan tinggi adalah impian sekaligus tantangan besar bagi setiap mahasiswa, terutama ketika memasuki fase akhir penyusunan…

br






