Sebagai kepala sekolah, Hj. Baena mengakui pentingnya partisipasi dan kolaborasi, bukan hanya dengan orang tua murid, dan guru-guru, melainkan juga dengan para pemangku kepentingan yang peduli dalam memajukan pendidikan. Dalam sambutannya untuk buku “Literasi Lingkungan, dan Cerita-Cerita Lainnya” ini beliau menulis bahwa literasi lingkungan dapat dilakukan melalui pembiasaan di rumah dan di sekolah.
Juga melalui edukasi yang diberikan para dosen dan mahasiswa melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, seperti yang ditunjukkan sejumlah dosen Universitas Fajar (Unifa), di mana anak-anak berkesempatan belajar seputar sampah plastik dan bagaimana memanfaatkan sampah plastik tersebut.
Kolaborasi sekolah dengan perguruan tinggi juga terlaksana melalui kehadiran mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka Kampus Mengajar, yang berasal dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Peserta Kampus Merdeka Kampus Mengajar ini mampu menghadirkan kesan positif, berupa pendidikan bermakna, karena yang disentuh bukan cuma otak dan pikiran anak tetapi juga hatinya.
Berkat kolaborasi, ada catatan prestasi yang ditorehkan sekolah selama tahun 2023, yang berkaitan dengan literasi. Program inovasi Amal Ceria SD Inpres Banta-bantaeng 1, berhasil masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Sulawesi Selatan, tahun 2023. Prestasi lain, yakni SD Inpres Banta-bantaeng 1 masuk 10 Besar Lomba Innovative Mayor Award (IMA) 2023 Tingkat Kota Makassar, melalui inovasi Bengkel Lino. Program inovasi Bengkel Lino ini merupakan upaya memperbaiki kualitas literasi di kalangan anak-anak.
Sebagai Kepala UPT SPF SD Inpres Banta-bantaeng 1, Hj. Baena mampu mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan-persoalan sekolahnya, yang kemudian diakui dan telah memperoleh HaKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Keempat HaKI dimaksud, yakni inovasi Amal Ceria (anak mama lancar literasi numerasi digital), inovasi Siap Gerak (siap peduli gerakan aktif), inovasi Pacarita (panggung ceria cerita kita), dan inovasi Bengkel Lino (perbaikan literasi numerasi dan pelestarian lingkungan).
Empat HaKI ini diperoleh atas fasilitasi Balitbangda Kota Makassar, yang merupakan penyelenggara lomba inovasi daerah.
Inovasi-inovasi ini juga berkontribusi bagi Kota Makassar ketika memperoleh penghargaan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Saya bersyukur menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi-inovasi tersebut, meski dalam posisi yang bervariasi, entah itu di dalam, di samping, atau cukup di belakang layar.
Rasa syukur saya sebagai fasilitator Kelas Menulis Kreatif dan editor buku kian membuncah, ketika buku “Literasi Lingkungan, dan Cerita-Cerita Lainnya” ini diluncurkan saat penerimaan rapor, dan tepat pada perayaan Hari Ibu, 22 Desember 2023—sebuah persembahan dari anak-anak kepada ibundanya, yang diwujudkan dalam bentuk buku.
Buku ini sebagai pengingat akan ketulusan, loyalitas, dan pengabdian seorang guru yang diamanahkan menjadi kepala sekolah. Walaupun Hj. Baena telah wafat pada Jumat, 7 Maret 2025, tetapi masih terekam dengan baik keramah-tamahan almarhumah. Sebaik-baik cara mengingat seseorang, bagi saya, adalah mengabadikan namanya di dalam buku. (*)
*) Tulisan ini dikembangkan dari Pengantar Editor buku “Literasi Lingkungan, dan Cerita-Cerita Lainnya” karya bersama murid-murid SD Inpres Banta-bantaeng 1, terbit 2023












