Di sinilah pentingnya memadukan literasi digital dengan literasi budaya dan kewargaan. Pada literasi budaya dan kewargaan, Gen Z dituntut memiliki kemampuan memahami dan bersikap terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita yang luhur. Mereka diharapkan punya kemampuan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemilu 2024 dapat menjadi bukti akan kemampuan teknis dan etis yang dipunyai Gen Z tersebut. Kita tentu percaya Gen Z akan menggunakan haknya sebagai warga negara dan hak politiknya, sebagai bentuk cintanya pada Republik Indonesia. (*)
Peran Gen Z dalam Pemilu 2024
Baca Juga
br
Rekomendasi untuk kamu

Lokasinya simbolis, National Portrait Gallery. Obama berbicara dekat potret Abraham Lincoln, presiden yang memimpin Amerika ketika persatuan bangsanya sendiri hampir runtuh. Obama berbicara tentang Trump, George Floyd, polarisasi, keluarganya, demokrasi,…

Kasus kata nikah tak kalah menarik. Mesin penerjemah atau mahasiswa kerap menyamaratakannya menjadi marriage. Secara komunikasi dasar, pesan itu tersampaikan. Namun, dalam diskursus Islam, nikah bukan semata status sipil atau…

Dari aktivitas Syahriar Tato di dunia hiburan sebagai aktor dan produser film, sehingga beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Sulawesi Selatan. Dunia peran yang dimainkan bukan…

Saya tidak perlu membagi tugas. Mereka sudah memahami sendiri apa yang harus dilakukan.br Dan justru di situlah saya melihat keindahan sebuah persaudaraan. Sebab persaudaraan yang matang tidak membutuhkan banyak instruksi….

Oleh: Moh Haekal Rumaday (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar) Makassar, NusantaraInsight — Menyelesaikan studi di perguruan tinggi adalah impian sekaligus tantangan besar bagi setiap mahasiswa, terutama ketika memasuki fase akhir penyusunan…

br






