Di sinilah pentingnya memadukan literasi digital dengan literasi budaya dan kewargaan. Pada literasi budaya dan kewargaan, Gen Z dituntut memiliki kemampuan memahami dan bersikap terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita yang luhur. Mereka diharapkan punya kemampuan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemilu 2024 dapat menjadi bukti akan kemampuan teknis dan etis yang dipunyai Gen Z tersebut. Kita tentu percaya Gen Z akan menggunakan haknya sebagai warga negara dan hak politiknya, sebagai bentuk cintanya pada Republik Indonesia. (*)
Peran Gen Z dalam Pemilu 2024
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Hasil pemeriksaan membuktikan bahwa terjadi “ulkus pepticum” (luka pada lapisan dalam lambung) atau “duodenum” (usus halus akibat terkikisnya lapisan pelindung oleh asam lambung). Prof. Akil pun pun memberikan resep untuk…

Ia tidak datang dengan teriakan. Ia datang sebagai bisikan. Sebagai kegelisahan yang perlahan menyebar di antara mereka yang bekerja di lapangan. Ada kesan di kalangan civil society bahwa presiden mulai…

Dengan begitu, akan meningkatkan visibilitas konten, membangun reputasi positif, dan mendorong interaksi organik yang sehat. Pada gilirannya, berita dan konten Jurnalisme Positif akan memicu “deep engagement”, di mana berita/konten bukan…

“Saya mesti membuat karya yang menyejukkan hati orang lain” Kilahnya. Jadilah Anzul juragan “Kampung Garam.” Sebagai perupa autodidak ia serius berupaya mematangkan konsep kerjanya dengan intens berdiskusi bersama sahabatnya Ahmad…

Jawabannya datang pelan : “Tidak banyak…” “mungkin hanya amal yang ikhlas.” Motor mulai mendekati masjid tujuan. Dari kejauhan, lautan manusia sudah terlihat. Kendaraan terparkir rapi. Suara takbir semakin dekat, semakin…








