Di sinilah pentingnya memadukan literasi digital dengan literasi budaya dan kewargaan. Pada literasi budaya dan kewargaan, Gen Z dituntut memiliki kemampuan memahami dan bersikap terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita yang luhur. Mereka diharapkan punya kemampuan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemilu 2024 dapat menjadi bukti akan kemampuan teknis dan etis yang dipunyai Gen Z tersebut. Kita tentu percaya Gen Z akan menggunakan haknya sebagai warga negara dan hak politiknya, sebagai bentuk cintanya pada Republik Indonesia. (*)
Peran Gen Z dalam Pemilu 2024
Baca Juga
br
br
Rekomendasi untuk kamu

Cara Pak Murtadji menagih iuran seperti ini termasuk sangat santun dan tidak ‘mencederai’ perasaan teman-teman anggota PWI. Setelah Pak Murtadji tidak lagi di posisi itu, saya tidak tahu bagaimana mekanismenya….

1. Batas Waktu Transisi: Pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk segera menyelesaikan masalah kekosongan jabatan ini. Terhitung sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026, daerah-daerah didesak…

Malam itu, rahasia sejarah lain terungkap di meja bundar. Kehadiran Benny di perayaan Setengah Abad LPM Profesi ternyata memegang posisi yang sangat sentral. Dialah sosok maestro di balik identitas visual…

Situs Tungku Katoknokang Galesong Selatan punya situs bersejarah dan cagar budaya yang menyimpan banyak cerita. Salah satunya Tungku Katoknokang atau pappalluang. Situs ini disebut-sebut sebagai bukti sejarah maritim dan simbol…

Kakak yang dimaksud adalah Prof. Dr. H. Kaimuddin Salle, SH, M.H Daeng Mattawang. Keduanya lahir dan dibesarkan di Balla Barakka, dari pasangan Jagong Daeng Salle dan Patimang Daeng Calla. Prof….

br
br







