Di sinilah pentingnya memadukan literasi digital dengan literasi budaya dan kewargaan. Pada literasi budaya dan kewargaan, Gen Z dituntut memiliki kemampuan memahami dan bersikap terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita yang luhur. Mereka diharapkan punya kemampuan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemilu 2024 dapat menjadi bukti akan kemampuan teknis dan etis yang dipunyai Gen Z tersebut. Kita tentu percaya Gen Z akan menggunakan haknya sebagai warga negara dan hak politiknya, sebagai bentuk cintanya pada Republik Indonesia. (*)
Peran Gen Z dalam Pemilu 2024
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dalam semangat itu pula, wartawan-wartawan senior tidak boleh dilupakan, apalagi disingkirkan. Mereka adalah bagian penting dari sejarah perjalanan PWI Sulsel. Banyak di antara mereka yang pernah memimpin organisasi, menjadi pengurus,…

Namun, yang menarik adalah bahwa sebagian besar penghargaan ini lahir dari “laboratorium kelas” SLB, bukan sekadar dari ruang rapat. Ia juga menjadi pemenang lomba inovasi pembelajaran, lomba manajemen keterampilan, dan…

“Ritual semacam ini adalah mekanisme sosial yang menjaga kohesi sosial,” tulis Arhan, menyitir Emile Durkheim (2019), yang terkenal sebagai pencetus sosiologi modern. Bahkan bentuk ritual yang sederhana pun mencerminkan kebutuhan…

Selain itu, buku ini berhasil mengkritik praktik pendidikan inklusi yang hanya berhenti pada label formalitas. Pertanyaan “Sekolah ramah atau sebatas formalitas?” menjadi kritik yang relevan terhadap banyak institusi pendidikan hari…

Dengan demikian, perkembangan bahasa tidak menghapus identitas, tetapi justru memperluas cara masyarakat mengekspresikannya. *Implikasi Pendidikan Bahasa* Dari sisi pendidikan, lagu “Lu Kenal Veronika Ko” dan kosakata media sosial dapat dijadikan…








