Pada akhirnya, persoalan ketenagakerjaan bukan semata-mata persoalan mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang memberikan penghasilan memadai, perlindungan sosial, lingkungan kerja yang aman, kesempatan berkembang, dan masa depan yang lebih baik. Kita harus membangun kota yang memberikan ruang kepada anak muda untuk bermimpi dan mewujudkan mimpinya melalui kerja produktif.
Anak muda Makassar tidak semuanya harus menjadi pegawai. Sebagian harus didorong menjadi pengusaha, pekerja mandiri, freelancer, pelaku ekonomi kreatif, maupun pencipta lapangan kerja baru. Karena itu, pelatihan kerja harus tidak berhenti pada sertifikat. Peserta pelatihan harus dibawa sampai pada tahap: terampil, produktif, memperoleh penghasilan, mandiri dan mampu menciptakan pekerjaan. Program seperti Makassar Creative Hub, pelatihan berbasis kebutuhan pasar, inkubasi usaha, dan penguatan kewirausahaan muda dapat diarahkan ke tujuan tersebut.
Makassar yang aman bukan hanya Makassar dengan polisi yang hadir di jalan-jalan. Makassar yang aman adalah Makassar yang warganya memiliki pekerjaan, penghasilan, harapan, dan masa depan. Wallahu A’lam Bishwab.












