banner 728x90

Haji yang Terstruktur

Oleh: Hamdan Juhannis
Anggota Tim Monev Haji 2024

NusantaraInsight, Makassar –Saya ingin berceloteh tentang petugas haji yang terstruktur, bukan struktur petugas haji, karena menurutku berbeda. Struktur petugas haji lebih bersifat di atas kertas atau di dena yang digantung di dalam ruangan, di sana tertulis ketua atau koordinator dan seterusnya ke bawah.

Pembicaraan saya adalah tentang petugas haji yang terstruktur. Ini lebih menarik ditelisik karena bersifat fungsional, operasional, adanya di lapangan atau di arena. Mencermati pelaksanaan Haji tahun 2024, ada sajian rasa ketakjuban bagaimana struktur itu bergerak dengan dinamis pada relnya masing-masing.

Mari mengambil contoh dengan membedah pada petugas di lapangan. Pada pelaksanaan haji di Mekah, daerah yang ditempati jamaah haji terbagi dalam beberapa sektor. Peristilahan Sektor ini berasal dari pembagian kawasan atau daerah yang ditempati jamaah haji. Di Sektor ini pula juga berdasar dari pengelompokan jemaah berbasis embarkasi penerbangannya. Misalnya, di Sektor Satu yang berada di daerah Syisyah, ditempati oleh jamaah yang sebagian besar berasal dari embarkasi makassar yang lebih umum disebut “jamaah UPG”.

BACA JUGA:  Menjadi Kreatif dengan Menulis

Hotel yang ditempatinya sudah dilabeli dengan kode sektornya secara berurutan, misalnya sebuah hotel diberi nama “Hotel Indonesia 101”, artinya di Sektor satu, Hotel 01. Jadi bila seseorang mencari kerabat atau jamaah, cukup menanyakan nomor hotel yang ditempatinya, dan tidak perlu menghafal nama asli dari hotel tersebut.

Petugas Haji juga menempatkan nomor itu secara berurutan. Jadi kesan pertama yang muncul kalau berada di sebuah sektor adalah serasa berada di kota sendiri, karena di depan hotel terpampang nama dengan jelas, tulisan “Hotel Indonesia” yang disertai dengan photo-photi petugas kloter yang ada di hotel tersebut. Belum lagi di pagi hari kalau berjalan di kloter UPG, kerumunan penjual semakin membuat kita serasa belanja di pasar-pasar tradisional di Makassar.

Jadi sebuah sektor membawahi beberapa kloter yang berada di hotel-hotel tersebut. Di sebuah kloter itu terdapat beberapa petugas yang bertanggungjawab terhadap ratusan jamaah. Ketua kloter didampingi oleh satu pembimbing haji, dan tiga petugas kesehatan, yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat.

BACA JUGA:  UU Perlindungan Anak Belum Ada, LPA Sulsel Cetak Buku "Konvensi Hak-Hak Anak"

Di kloter tersebut juga terdapat Tim pendamping Haji Daerah (TPHD) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah asal sebuah kloter yang tugasnya memperkuat kerja-kerja kloter. Tim daerah ini berkordinasi setiap saat dengan ketua sektor yang memiliki struktur kerja dan juga berkantor di sektornya masing-masing.

Iklan Amri Arsyid