Catatan Pinggir Wisuda Unpacti: Akhir Manis Sebuah Perjuangan, Berangkat dari Cibiran

*Sosok yang Luar Biasa dalam Hidup*

Abang Rahman Rumaday adalah sosok yang luar biasa dalam hidup saya. Bagi saya, Dia bukan hanya seorang saudara walaupun bukan sauadara kandung, tetapi juga seperti orang tua, pahlawan, dan pejuang pendidikan yang tiada lelah. Sejak masa SMP hingga saat ini, saya tinggal bersama dia dan merasakan kasih sayangnya yang tanpa batas. Tidak pernah sekali pun saya atau teman-teman lain melihatnya marah, apalagi bersikap kasar terhadap kami. Bahkan ketika kami melakukan kesalahan, sebesar apa pun, ia hanya berkata dengan lembut, “Itu musibah, lain kali hati-hati.” Jika dia marah sekalipun, dia memilih diam untuk beberapa hari, tetapi tidak lama kemudian dia kembali merangkul kami dengan penuh kehangatan.

Kehangatan yang dia berikan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga tindakan sehari-hari. Abang Rahman memiliki kebiasaan unik yang mencerminkan jiwanya yang penuh kebersamaan. Dia tidak pernah makan sendirian, meski sesibuk apa pun. dia selalu mengajak kami untuk makan bersama, menjadikan momen makan sebagai ajang kebersamaan yang penuh canda dan tawa. Tidurnya pun sederhana, melantai bersama kami meski ada tempat tidur yang telah kami siapkan khusus untuknya sebagai bentuk penghormatan pada dia. Sikap rendah hatinya membuat kami semua merasa dihargai, tidak ada yang diperlakukan berbeda semua sama di matanya.

BACA JUGA:  Konferensi Kota PGRI Parepare, Dr. Basri Ajak PGRI Buat Wali Kota Tersenyum

Di balik kesederhanaannya, Abang Rahman adalah seorang guru kehidupan. Dia sering mengingatkan kami tentang pentingnya hubungan dengan Allah SWT. “Siapa yang dekat dengan Allah SWT, Allah akan dekat dengannya. Dalam kondisi apa pun, siapa yang senang membantu orang lain, maka Allah juga akan senang membantu dia,” begitu katanya. Pesan-pesannya yang penuh makna terus menjadi pegangan kami dalam menjalani kehidupan. Dia tidak hanya membimbing kami dalam hal pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat, juga kehidupan sosial peduli sama orang lain walaupun diri sendiri susah.

Abang Rahman mengajarkan saya bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang melayani dengan hati. Ia bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi selalu mendahulukan kepentingan orang lain, terutama kami yang tinggal bersamanya. Kehadirannya menjadi cahaya yang menerangi jalan kami, memotivasi kami untuk terus berjuang meski rintangan menghadang. Abang Rahman adalah bukti nyata bahwa cinta, pengorbanan, dan ketulusan memiliki kekuatan untuk mengubah hidup seseorang. Ia bukan sekadar pejuang pendidikan bagi saya, tetapi juga pejuang kehidupan yang sejati.