Tahun 2013 menjadi titik baru dalam perjalanan pendidikan saya. Saat itu, Abang Rahman kembali menunjukkan dukungannya yang luar biasa. Dengan penuh semangat, ia mengantar saya ke Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk mendaftar. Saya mengikuti semua tes dengan doa dan keyakinan, dan Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Saya diterima di jurusan Ilmu Pemerintahan, dan rasa syukur saya tidak terukur. Namun, perjalanan kuliah tidak selalu mulus. Dalam perjalanan akademik saya, keputusan untuk pindah ke Universitas Pancasakti menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kendala yang muncul, sosok Abang Rahman kembali hadir memberikan dukungan tanpa henti.
Perjuangan panjang itu akhirnya mencapai puncaknya pada tanggal 12 Desember 2024, hari yang bersejarah dalam hidup saya. Hari itu, saya mengenakan toga dan menghadiri wisuda. Di tengah senyuman keluarga dan teman-teman, saya teringat semua pengorbanan, doa, dan kerja keras, terutama dari Abang Rahman, yang selalu ada di setiap langkah perjalanan saya. Momen itu bukan hanya tentang saya yang berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tentang kehadiran seseorang yang percaya pada mimpi saya, bahkan ketika saya sendiri sempat ragu. Wisuda itu menjadi bukti bahwa usaha, doa, dan dukungan yang tulus selalu membawa hasil yang luar biasa.
*Inspirasi dari Sosok Abang
Abang Rahman adalah sosok pemimpin sejati. Di tengah keterbatasannya, Dia mampu menjadi pengayom bagi anak-anak yang tinggal bersamanya. Dia menanamkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, dan keimanan. Meski menghadapi berbagai Abang Rahman selalu berkata:
_”Biarkan orang lain berbicara, yang penting kita terus berusaha. Allah SWT Maha Kuasa atas segalanya.”_
Kepercayaan Rahman kepada saya menjadi alasan utama saya terus melangkah. Dalam setiap tantangan, saya selalu ingat pesan-pesannya, bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
*Akhir yang Manis*
Kini, ketika saya melihat kembali perjalanan panjang ini, hati saya penuh rasa syukur dan meneteskan air mata karena bahagia. Setiap tetes air mata, kerja keras, dan doa dari Abang Rahman, orang tua, dan keluarga teman-teman saya di Rumah Masa Depan telah membawa saya ke titik ini. Saya berdiri di atas panggung kelulusan dengan kebanggaan, bukan hanya untuk diri saya, tetapi untuk mereka yang telah menjadi bagian dari kisah hidup saya.
Abang Rahman mengajarkan saya bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk melalui keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan keberanian untuk percaya pada potensi orang lain.
Perjalanan ini adalah bukti bahwa mimpi bisa menjadi nyata, selama ada tekad, dukungan, dan keyakinan kepada Allah SWT. Itulah yang selalu diajarkan oleh Abang Rahman Rumaday pada saya dan teman-teman di rumah masa depan
*Sosok yang Luar Biasa dalam Hidup*
Abang Rahman Rumaday adalah sosok yang luar biasa dalam hidup saya. Bagi saya, Dia bukan hanya seorang saudara walaupun bukan sauadara kandung, tetapi juga seperti orang tua, pahlawan, dan pejuang pendidikan yang tiada lelah. Sejak masa SMP hingga saat ini, saya tinggal bersama dia dan merasakan kasih sayangnya yang tanpa batas. Tidak pernah sekali pun saya atau teman-teman lain melihatnya marah, apalagi bersikap kasar terhadap kami. Bahkan ketika kami melakukan kesalahan, sebesar apa pun, ia hanya berkata dengan lembut, “Itu musibah, lain kali hati-hati.” Jika dia marah sekalipun, dia memilih diam untuk beberapa hari, tetapi tidak lama kemudian dia kembali merangkul kami dengan penuh kehangatan.












