Pendaratan Menegangkan

Catatan M. Dahlan Abubakar 

NusantaraInsight, Bima — Lantaran tidak ada kapal PT Pelni yang berangkat ke Bima sekitar tanggal 18-19 Maret 2026, saya bersama istri dan cucu pertama sejak sebulan lalu membeli tiket pesawat Wings Air Makassar- Bima. Harga tiket pesawat dengan waktu tempuh satu jam 15 menit ini Rp 2,2 juta per orang. Jauh lebih mahal tiket Makassar-Jakarta yang bisa diperoleh dengan harga di bawah itu. Apa boleh buat, tidak ada pilihan lain.

Di tiket jadwal keberangkatan pukul 14.55 dengan jadwal tiba pukul 16.05 Wita. “Boarding” dilakukan pukul 14.45 menit, sepuluh menit sebelum jadwal di “boading pass online” yang saya pegang. Ternyata pada pukul 14.55 pesawat belum juga diberangkatkan.

“Mohon maaf atas keterlambatan waktu keberangkatan ini karena kita harus menunggu penumpanhg transit dari Yogyakarta,” begitu penggalan suara Co Pilot Wings Air pesawat nomor penerbangan IW 1869 yang dipiloti Capt. Rangga Putra melalui pengeras suara pesawat.

Semua kursi penumpang terisi penuh. Para penumpang, tidak hanya dari Makassar, tetapi datang dari beberapa daerah. Selain dari Yogyakarta itu tadi, juga ada dari Balikpapan, Papua dan beberapa daerah lainnya.

BACA JUGA:  “Termehek-Mehek”

Tiket pesawat penerbangan ke Bima memang tersimpul pada dua “leher botol” jalur, yakni Mataram dan Makassar.

Yang via Mataram sudah lama penuh dan tertutup. Jalur ini paling padat karena melayani lanjutan penerbangan dari beberapa daerah di bagian barat dan utara, Kalimantan. Yang dari Makassar menerima luapan penumpang dari bagian timur dan utara Makassar.

Yang dari barat, Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A., kakak dari Adik Hamdan Zoelva, dan sepupu saya, 18 Maret 2026 sempat kelabakan cari tiket Jakarta- Lombok-Bima. Semua penuh. Justru istinya, Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A. sudah dapat penerbangan 22 Maret 2026. Rombongan Hamdan Zoelva 21 Maret 2026 sudah oke.

Selain acara haul 44 hari kepergian ayah mereka Tuan Guru K.H.Muhammad Hasan, B.A. yang dihajatkan 23 Maret 2026, Prof. Thib — panggilan Mahaguru UIN Jakarta, Universitas PTIQ Jakarta, dan Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal Jakarta ini, pada saat Idul Fitri akan bertindak sebagai khatib di Masjid Agung Kabupaten Bima di Nggodo Kecamatan Woha dan membawakan ceramah pada reuni alumni UIN Alauddin Makassar di Kantor Kemenag Kota Bima, 22 Maret 2026 pagi hari dan akikah cucu dari adik Drs.Kaharuddin pada siang hari di Rite, Ambalawi, Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

BACA JUGA:  Bertemu Kiper Legendaris Persib

Agendanya memang sarat dan padat.
Untuk membantunya, saya mencoba mengontak teman yang memiliki relasi di salah satu perusahaan penerbangan di Jakarrta, namun tidak mendapat jawaban, Tiba-tiba Kamis (19/3/2026) bertepatan dengan saat saya dan keluarga berkemas-kemas ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, muncul unggahannya di Grup WA keluarga, yang mengabarkan Prof Thib dalam penerbangan Pelita Air menuju Lombok, kemudian melanjutkan penerbangan dengan Wings Air menyeberang ke Sumbawa yang dijangkau dengan penerbangan 40 menit.