Nelayan Pencari (Kue) Taripang

Kue Taripang yang pada acara Gastronomi Mahasiswa Pariwisata FIB Unhas, Senin (18/5/2026).
Kue Taripang yang pada acara Gastronomi Mahasiswa Pariwisata FIB Unhas, Senin (18/5/2026).

Di pantai marina, di pelabuhan tempat kapal sandeq Korpala Unhas berlabuh, kami bercerita dengan seorang aborigin, penduduk asli Australia di Darwin tentang hubungan masa lalu antara Australia dengan Makassar. Bukti hubungan ini dapat disaksikan melalui berbagai bentuk jenis perahu asal Makassar yang disimpan di Musem Darwin. Museum itu bagaikan sebuah “pelabuhan” bagi berbagai jenis perahu dari Makassar dan Indonesia pada umumnya.

Yang sangat surprais adalah di museum inilah saya untuk pertama kali menemukan bendera atau panji kerajaan Gowa. Dia disimpan dengan baik dan dirawat bagaikan memperlakukan seorang bayi yang baru lahir. Begitu akurat dan hati-hati mereka memelihara benda-benda bernilai sejarah di musem ini.

Melihat museum ini, saya justru merasa sedih dan prihatin dengan negara dan daerah sendiri, Indonesia dan Sulawesi selatan. Mengapa museum bahari seperti ini tidak ada di Makassar atau Sulawesi Selatan? Mengapa kita justru menemukan warisan leluhur bahari kita di Australia? Begitulah bangsa lain selalu menghargai budaya Indonesia, dibandingkan pemiliknya menghargai budayanya sendiri. Sayang. (*).

BACA JUGA:  Findley, Pembongkar Lobi Yahudi di AS