Setelah penyuluhan itu, pada sebuah rumah kosong setengah batu, tempat kami anggota WMD menginap, kami kembali memperbincangkan penyuluhan yang beraroma “bunuh diri” itu. Yang ironis, semalaman kami tidak bisa tidur. Khawatir ada ‘serangan balik’ dari pihak-pihak yang disentil Pak Andi Patarai Wawo dalam penyuluhannya. Syukur tidak. Kami pun lega, hingga balik ke Ujung Pandang keesokan hari. (*).
Mobil Eks Wali Kota dan WMD
Rekomendasi untuk kamu

Pante Makassar ternyata tempat para pelaut Makassar yang pergi mencari teripang ke Australia. Mereka biasanya mengisi air minum dan perbekalan lainnya di desa pesisir pantai yang kemudian diberi nama Pante…

Hubungan AIPAC-Bukit Capitol kadang-kadang menjadi bahan lelucon di kalangan dalam pemerintah AS. Don Bergus, mantan duta besar untuk Sudan dan pensiunan diplomat karier, sekali memaparkan. “Di Departemen Luar Negeri, kami…
Ini sekaligus janji. Banyak yang bisa dititip. Membangun Bima itu tidak secara fisik harus ada di Bima, tapi banyak hal yang bisa dilakukan, baik hadir secara fisik maupun tidak. (*)….

SDN Kanca masih seperti dulu. Yang berubah sejak saya tinggalkan adalah bangunannya yang sudah setengah batu. Pada saat program MBG diluncurkan, sekolah saya ini juga dapat kebagian. Tetapi realisasinya baru…

Terpaksa harus kembali ke Bima mencari pasangan dan dapat. Muslimin dididik dan terlatih di pondok dengan disiplin yang tinggi. Dengan semangat orang Bima yang pantang menyerah. Faktor yang kedua adalah…







