“Ass.ww. Capt. Tampaknya sedang berlayar dari Kendari ke Raha, ya,” sapa Penulis melalui WA, setelah menengok akun satelit maritim yang tersedia di gawai.
“Walaikumussalam.ww. Ya, siap, Pak Aji,” sahut beliau.
Manajer MBG
Saat bincang-bincang di salon kapal, Capt Subair didampingi salah seorang ABK dan juga Nur Azizah M. yang menjemput Penulis sebelumnya. Dalam bincang-bincang tersebut, Nakhoda menjelaskan siapa Penulis. Beliau kemudian memberi tahu kalau di KM Tilongkabila sekarang ini sudah memiliki seorang srikandi.
“Dia ini ‘manajer’ Makanan Bergizi Gratis (MBG) KM Tilongkabila. Nanti bisa ditulis,” kata Capt. Subair dengan nada kelakar, namun Penulis menangkapnya ini juga menarik.
Pertemuan kami terpotong oleh waktu menjelang salat magrib. Pada saat berjalan meninggalkan salon kapal, Penulis memberi tahu bahwa sosok orang yang bekerja di kapal itu termasuk figur yang jarang terekspos melalui media. Kecuali media sosial.
“Nanti habis magrib bisa kita bincang-bincang,” Penulis memberi tahu Nur Azizah, kemudian kami berpisah.
Habis salat magrib di musala kapal di bagian buritan, Penulis mengirim chat ke Capt Subair agar dikomunikasikan ke srikandi-nya untuk diwawancarai.
Tak berapa lama, Nur Azizah kembali mengetuk pintu kamar 5009 yang saat itu hanya ditunggu istri. Penulis yang duduk di pojok kiri sebelum ke lorong kamar melihat perempuan 24 tahun berkulit putih ini mencari Penulis. “Curiga” kalau dugaan itu benar, Penulis pun bangun dan melihat ke lorong kamar dan berpapasan pandang dengan yang sedang mencari.
“Saya tidak lihat tadi,” kata Nur Azizah setelah Penulis memberi tahu kalau melihat dia pergi mengetuk pintu kamar. (Bersambung).












