“Panel bulu ayam ini dikembangkan bukan sekadar untuk memanfaatkan limbah, tetapi bagaimana limbah tersebut dapat ditransformasikan menjadi material baru yang memiliki nilai tambah dan berpotensi digunakan dalam arsitektur serta konstruksi berkelanjutan,” ujar Dr. Ir. H. Ansarullah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., selaku ketua tim peneliti.
Ke depan, tim peneliti berharap inovasi Panel Bulu Ayam dapat terus dikembangkan dari tahap prototipe menuju produk yang memiliki kesiapan teknologi dan peluang pemanfaatan yang lebih luas. Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMI dalam mendorong riset yang menghasilkan inovasi berbasis permasalahan lingkungan, melibatkan mahasiswa secara aktif, serta memiliki peluang untuk dihilirkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas disiplin, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi UMI sekaligus menunjukkan bahwa limbah dapat dikembangkan menjadi sumber material baru yang mendukung ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, dan pembangunan berkelanjutan. (*)












