Pengembangan prototipe tidak berhenti pada pembuatan panel dalam skala laboratorium. Penelitian hilirisasi ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas proses manufaktur sehingga dapat menghasilkan panel dengan dimensi yang lebih besar dan karakteristik yang lebih konsisten.
Selanjutnya, prototipe akan dievaluasi melalui berbagai pengujian untuk mengetahui karakteristik dan performanya. Pengujian mencakup aspek fisik, mekanik, termal, dan akustik, sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai potensi panel bulu ayam ketika diaplikasikan sebagai bagian dari material interior maupun elemen bangunan.
Skema hilirisasi prototipe menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Hasil riset tidak hanya ditargetkan berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi diarahkan menuju produk prototipe yang dapat divalidasi dan dikembangkan untuk kebutuhan aplikasi nyata.
Pengembangan tersebut mencakup peningkatan teknologi produksi, penyusunan prosedur manufaktur, validasi performa material, serta pengembangan ruang uji dan demonstrasi untuk melihat potensi penerapan panel bulu ayam dalam lingkungan bangunan.
“Panel bulu ayam ini dikembangkan bukan sekadar untuk memanfaatkan limbah, tetapi bagaimana limbah tersebut dapat ditransformasikan menjadi material baru yang memiliki nilai tambah dan berpotensi digunakan dalam arsitektur serta konstruksi berkelanjutan,” ujar Dr. Ir. H. Ansarullah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., selaku ketua tim peneliti.
Ke depan, tim peneliti berharap inovasi Panel Bulu Ayam dapat terus dikembangkan dari tahap prototipe menuju produk yang memiliki kesiapan teknologi dan peluang pemanfaatan yang lebih luas. Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMI dalam mendorong riset yang menghasilkan inovasi berbasis permasalahan lingkungan, melibatkan mahasiswa secara aktif, serta memiliki peluang untuk dihilirkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas disiplin, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi UMI sekaligus menunjukkan bahwa limbah dapat dikembangkan menjadi sumber material baru yang mendukung ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, dan pembangunan berkelanjutan. (*)

br
br






br





