News  

Tak Tercederai & Mencederai di Konfercab PWI Sulsel 2026

Membaca pengumuman yang beredar dari panitia, tim ST dan MDA mengumumkan kepada seluruh peserta agar pukul 07.00 sudah tiba di lokasi konferprov. Ada teman yang tiba di lokasi menjelang pukul 07.00. Saya orang ketiga tiba pukul 07.00, setelah meninggalkan rumah pukul 06.30 guna menghindari lalu lintas macet pada poros Antang.

Apa yang terjadi? Saat peserta tiba pukul 07.00, seorang pun anggota panitia tidak tampak batang hidungnya. Di depan ruang tempat konferprov masih kosong.

“Kita sudah di-”prank” panitia,” kata saya menghibur teman-teman yang memanfaatkan masa menunggu dengan mengepul-ngepulkan asap rokoknya di luar gedung. Kehadiran peserta tim ST dan MDA yang lebih awal ini dihitung saja sebagai bentuk disiplin waktu.

Di tengah masa menunggu kedatangan panitia, sebuah bus Brimob mengerem tidak jauh dari pintu masuk Graha Pena. Tidak berapa lama, beberapa personel petugas berseragam hitam itu menyisir sejumlah sudut ruangan di dekat lokasi konferprov di lantai dua.

“Begitu menegangkan panitia menyikapi keamanan konferprov ini,” saya berbisik kepada salah seorang teman.
“Itu sudah prosedur standar,” seorang teman menjawab.
Jika membaca situasi ini dari sisi catatan kritis, konferprov ini dipandang sebagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan gejolak.

BACA JUGA:  Masjid Wartawan PWI Sulsel Terbengkalai, Wartawan Prihatin

Tanda-tanda ini sebenarnya dapat dibaca pada gestur oknum panitia sendiri saat menerima verifikasi mandat di Sekretariat PWI Sulsel Maccini Sawah 1 Juni malam.

Kegiatan konferprov ini bagaikan sebuah ‘perang’. Oknum panitia senyum dan sapa pun tidak. Kaku banget. Padahal, kita ingin situasi itu harus cair dan apa adanya. Tim ST dan MDA beserta pendukungnya hanya berpikir mengikuti konferprov dengan cara yang elegan dan wajar. Soal menang dan kalah, sudah menjadi aksioma kompetisi.

Ternyata, panitia semalaman begadang. Mereka baru pulang pukul 02.00 Selasa dinihari dari lokasi konferprov mempersiapkan perlengkapan macam-macam untuk perhelatan demokrasi PWI Sulsel ini. Ini namanya ‘bumerang’. Registrasi baru dimulai hampir pukul 08.30.

Anti Klimaks

Pembukaan akhirnya dimulai pukul 10.30 Wita. Tidak terlalu molor memang. Laporan Faisal Palapa selaku Ketua Panitia mengawali acara pembukaan, diikuti sambutan Plt Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, S.H., Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., Ketua PWI Pusat diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi Joko Tetuko A.Latief, dan Gubernur Sulsel diwakili Asisten Administrasi Umum Dr.Ir.H. Muhammad Arfah, S.E.,M.T. sekaligus membuka konferprov.

BACA JUGA:  Karnaval Semarak Kemerdekaan Indonesia Meriahkan HUT RI ke-80 di Kabupaten Maros

Pleno, I,II,dan III. berlangsung mulus. Laporan Pertanggung Jawab (LPJ) Pengurus PWI Sulsel periode 2021-2026 diterima setelah diselingi beberapa interupsi dan komentar. Tiba pada pleno IV, Arman yang memimpin sidang menawarkan kepada dua calon untuk bermusyawarah dan mufakat. Tujuh menit waktu yang diberikan untuk agenda penting ini.