News  

Tak Tercederai & Mencederai di Konfercab PWI Sulsel 2026

Saya sangat yakin, tanpa trio ini, plus di-”backing” Ibu Ida, “mantan pacar” ST, urusan administrasi kami bisa tuntas sekilas. Saya sendiri kesulitan menemukan kata dan kalimat apa yang pantas untuk mengucapkan terima kasih kepada ‘kuartet” ini.

Kemampuan Asmadi memenej tetek bengek administrasi yang “seabrek” itu membuktikan bahwa dia tidak hanya piawai memenej sebuah penerbitan media. Wartawan memang selalu berpikir logis dan fragmatis. Wartawan adalah seorang generalis dan juga bisa spesialis.

Tentu saja yang tidak dapat kami lupakan adalah peran Sukriansyah S.Latief yang meskipun sekali dua terlibat dalam diskusi-diskusi kecil memecahkan langkah-langkah potensial menuju 2 Juni 2026, namun memberi warna yang signifikan dalam perjuangan ini. Kehadiran Uki — panggilan Doktor Ilmu Hukum lepasan Unhas ini — seolah langsung mendongkrak stamina dan amunisi tim kecil kami yang kadang siap-siap menipis.

Bagian tulisan saya ini mungkin perlu sebagai koreksi terhadap kerja panitia. Tanggal 1 Juni 2026 malam, merupakan saat yang sangat kritis dan krusial.

Pertama, tim sekretariat disibukkan oleh aturan panitia, tim kandidat harus menyerahkan seluruh surat mandat untuk diverifikasi oleh panitia dengan ‘deadline’ pukul 22.00 Wita. Surat mandat ini harus legal.

BACA JUGA:  MHM 2025 Promosikan Wisata Kota Daeng

Ditandatangani oleh pemberi mandat di atas kertas bermeterai. Fisik kartu tanda anggota (KTA)-B pemberi mandat pun harus dilampirkan.

Repotnya, ternyata hitungan puluhan menit menjelang batas waktu, banyak pemegang KTA.B menyatakan berhalangan hadir di konferprov.

Akibatnya, Asmadi harus bekerja ekstra keras menyiapkan mandat yang akan diverifikasi. Total hingga registrasi tercatat 41 pemilik KTA-B harus memberi mandat.

Kekalangkabutan yang kedua, panitia ternyata telah mem-”prank” peserta. Seluruh peserta harus melakukan registrasi dengan batas waktu pukul 08.00 Wita tanggal 2 Juni 2026.
“Ini gila. Orang harus mulai melakukan registrasi pukul berapa?,” saya membatin.

Membaca pengumuman panitia yang sangat tidak logis ini, saya pun mengontak Wakil Ketua Bidang Daerah Sarjono yang mendampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Joko Tetuko A.Latief menghadiri Konfercab PWI Sulsel 2026. Saya mengatakan, kalau batas waktu registrasi pukul 08.00 Wita, peserta mulai berdatangan melakukan registrasi pukul berapa. Sangat tidak bernalar jika sekitar 300 orang melakukan registrasi dengan batas waktu itu (pukul 08.00). Jika setiap orang memerlukan waktu satu menit untuk melakukan registrasi, termasuk verifikasi ulang surat mandat dan KTA-B-nya, berarti 300 menit atau 5 jam habis untuk kegiatan registrasi.
Padahal, pembukaan pukul 10.00 Wita.
Pada galibnya, registrasi peserta dapat dilakukan hingga sebelum acara pembukaan dimulai. Bahkan peserta yang baru datang dapat melakukan registrasi kemudian masuk mengikuti acara pembukaan. Maksudnya mungkin agar banyak peserta yang hadir pada acara pembukaan. Mungkin ini alasan panitia. Tetapi dengan batas waktu yang seperti itu, termasuk yang tidak bisa diterima nalar waras.