News  

Sentuhan Tangan Melati Ngang: Menjaga Identitas Dayak Kaltara Lewat Busana Tradisional

“Proses menenun dan merajutnya membutuhkan imajinasi kreatif serta keahlian tangan yang sangat halus. Waktu pembuatannya pun terbilang lama, bergantung pada tingkat kerumitan motifnya,” jelas Melati.

Bagi Melati, setiap jalinan benang dan susunan manik-manik menyimpan rekam jejak sejarah para pendahulu. Karena alasan itu, ia tak sekadar mengejar tampilan visual yang elok, melainkan juga konsisten menjaga keaslian filosofi yang terkandung dalam setiap helai kain buatan tangannya.

“Sudah tak terhitung karya yang saya hasilkan. Ada rasa bangga luar biasa karena busana buatan saya dipercaya untuk dipakai para pejabat daerah mulai dari Bupati, Gubernur, hingga Presiden RI Pak Joko Widodo saat datang ke Malinau,” tuturnya dengan nada haru.

“Setiap kali ada agenda kenegaraan atau penyambutan tamu VIP pusat, saya kerap dipercaya untuk menyiapkan busana adat yang akan mereka kenakan,” sambungnya.

Ketua Kehormatan PWI Sulsel, Dr. H. M. Dahlan Abubakar, M.Hum, mengapresiasi tinggi konsistensi Melati dalam menjaga warisan budaya lokal. Ia mengutarakan bahwa perjuangan perajin daerah seperti Melati membuktikan pelestarian tradisi tak harus selalu lewat ajang megah, tetapi bisa berakar dari ketekunan personal dalam merawat warisan leluhur.

BACA JUGA:  “Kalau Ingin Selamat, Jaga Arsip”: Dr. Basri Bekali Kepsek dan Bendahara Luwu Raya soal Tertib Arsip Dana BOS

“Langkah yang dilakukan Ibu Melati bukan sekadar memproduksi pakaian. Di balik tiap stik jahitan dan rakitan manik-manik, ada jejak sejarah, martabat, dan identitas masyarakat Kaltara yang terus dijaga kelestariannya,” ungkap Dahlan.

Ia menimpali, keberhasilan karya perajin daerah menembus lingkaran pejabat hingga mantan kepala negara menjadi bukti nyata bahwa produk kebudayaan lokal memiliki daya pikat serta nilai jual yang sangat tinggi di berbagai tingkatan.

“Ini contoh konkrit bahwa kekayaan lokal mampu menjadi tumpuan kekuatan bangsa. Ketika nilai tradisi dikemas dengan kualitas ciamik dan sentuhan seni tinggi, produk daerah bukan hanya jadi kebanggaan lokal, melainkan sanggup mencuri perhatian di panggung nasional,” tegas Dahlan.

Dalam momentum hangat tersebut, Melati turut menyampaikan rasa terima kasih dan rasa kagumnya kepada Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, yang dinilainya sangat berkomitmen mendukung pengembangan kearifan lokal.

“Saya amat menghormati kepemimpinan Bapak Gubernur Zainal Arifin Paliwang yang begitu peduli dan mengayomi. Beliau memberi perhatian besar terhadap upaya pelestarian busana tradisional yang ada di Kaltara,” tutur Melati.

BACA JUGA:  Sumarlin Rengko : Punna Tena Kiassamaturuk Amparakai Nanikatutui Anne Basa Mangkasaraka....

Menurut Melati, kecintaan sang Gubernur pada kebudayaan tempatan terlihat dari konsistensinya memakai beragam atribut khas Kaltara di berbagai kesempatan formal maupun non-formal. Ia kerap tampil mengenakan pakaian khas, singal (penutup kepala), hingga kalung dan pernak-pernik bernuansa Dayak.