banner 728x90

Plt Kepala ANRI Tinjau Penataan Arsip KPK

  • Bagikan

NusantaraInsight, Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto meninjau penataan arsip Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan menjelang pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pembinaan kearsipan nasional, ANRI membantu menata arsip di lingkup kementerian dan lembaga (K/L) yang akan pindah ke IKN salah satunya KPK. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Menurut Imam Gunarto, kebijakan penataan arsip K/L yang akan pindah, khususnya dalam hal ini KPK merupakan momentum yang sangat penting agar arsip yang ada dapat dikelola dan tertata dengan baik.

“Ketika satu K/L akan pindah itu, yang tidak biasa diperhatikan arsipnya. Nah, oleh karena itu, kami dari Arsip Nasional mengingatkan kepada seluruh kementerian/lembaga agar ketika pindah, arsipnya beres dulu,” ujar Imam Gunarto, Jumat (6/9/2023).

Imam menambahkan setelah dilakukan penataan arsip, selanjutnya akan dilakukan digitalisasi arsip.

“Kami nanti berharap, arsip-arsip ini ditata, kemudian didigitalkan dan KPK bisa mengaksesnya untuk pelaksanaan administrasi dari IKN. Arsipnya tetap di Jakarta, tetapi bisa digunakan dari mana-mana. Dengan demikian K/L tidak perlu membawa arsipnya ke IKN karena sudah dalam bentuk digital,” katanya.

BACA JUGA:  Menlu Retno Marsudi Dapat Penghargaan Replika Mimbar Masjid Al-Aqsa Pada Aksi Bela Palestina

Sementara itu, Nurul Ghufron menyampaikan terima kasih dan syukur, karena ANRI telah mendampingi KPK dalam proses pengelolan arsip, khususnya ketika akan pindah ke IKN, arsip yang ada di kantor bisa terjaga, terjamin keberadaannya.

Menurut Gufron, arsip yang tertata dengan rapi setidaknya dapat menghindari dari berbagai masalah. Sebaliknya, arsip yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Dengan arsip yang ditata dengan bagus, itu menunjukkan derajat administrasi ketatanegaraan sebuah bangsa,” ungkapnya.

Menurut Gufron, apabila data-data (arsip) yang ada di K/L dapat diintegrasikan dengan baik, maka pencegahan korupsi dapat dilakukan.

“Kalau bangsa kita datanya (arsip) sudah tertib, bisa dipadupadankan, maka saya yakin, separuh pekerjaan pemberantasan korupsi, utamanya pencegahan itu selesai,” tambahnya.

Mulai 2023, ANRI memiliki salah satu kegiatan prioritas nasional yakni mendampingi 70 K/L yang akan pindah ke IKN untuk menata arsip. Kegiatan penataan arsip ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan terhadap arsip terjaga yang berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, arsip yang bernilai sejarah, dan arsip aset Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola K/L.

  • Bagikan